Spa di Hotel Jangan Tersembunyi

Kompas.com - 17/04/2013, 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seberapa penting spa untuk sebuah hotel? Menurut Marketing Communications Manager Nusa Dua Beach Hotel & Spa - Bali, Angelina, spa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi hotel tersebut.

"Wah, di tempat saya itu penting banget. Karena spa kami salah satu pioneer spa di Bali. Sudah ada dari dulu banget. Makanya diletakkan di depan plus ada kompleks sendiri," katanya kepada Kompas.com, Selasa (16/4/2013).

Ia mengaku secara penjualan Nusa Dua Spa, nama dari tempat spa di resort tersebut, memang masih di bawah restoran yang berada di hotel itu. Perkiraan kasar, lanjut Angie, perbandingan penjualan kurang lebih 60 persen dari kamar, 25 persen dari restoran, dan 15 persen dari spa.

"Tentu (spa) masih di bawah F&B (food and beverage). Karena ada 9 outlets F&B," katanya.

Salah satu perawatan spa andalan Nusa Dua Spa adalah Latte Detox, perawatan lengkap yang menggunakan kopi bali.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Director Public Relations The Dharmawangsa Hotel, Jakarta.

"Spa (menjadi) fasilitas yang tentunya penting untuk memberikan pilihan bagi tamu kami yang umumnya business traveler. Setelah penat bekerja, tamu dapat rileks sambil merawat diri. Jadi segar lagi, capai juga hilang," jelasnya.

Sebelumnya, Managing Director AW Lake Spa Concepts, Adria W Lake menuturkan bahwa spa merupakan fasilitas penting dan harus ada terutama di resor dan hotel mewah bintang atas.

Dalam seminar mengenai "Hospitality Investment World Indonesia 2013" beberapa waktu yang lalu, Adria menjelaskan bahwa saat ini para pelancong merupakan tipikal urban yang mudah stres.

"Mereka butuh spa sebagai tempat pelarian dan relaksasi. Saya lihat kecenderungan di masa depan, orang semakin butuh spa, bisa candu spa. Spa nantinya tidak sekadar pijat, tetapi urusan makanan yang sehat dan kebugaran, seperti mininya pusat kebugaran," katanya.

Ia menuturkan seharusnya sebuah hotel menginvestasikan uangnya sejak awal untuk spa. Menurutnya, spa harus mudah diakses, baik lokasi maupun informasinya.

"Tamu hotel bahkan orang luar yang sekadar lewat harus tahu apakah spa memang tersedia di hotel itu atau tidak. Letakkan dekat pintu masuk agar terlihat. Spa sudah semacam gaya hidup baru. Saat ini spa lebih dari sekadar refleksiologi," ungkapnya.

Adria memberi contoh sebuah hotel di Jakarta, tempat dia pernah menginap. Hotel tersebut merupakan hotel bintang atas dan berada di lokasi strategis. Namun sayang, fasilitas spa seakan tersembunyi.

"Saya bahkan tidak tahu apakah memang ada fasilitas spa-nya. Ternyata ada," katanya.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau