Sorot

Strategi Pengembang yang Tawarkan Hunian Murah Bisa Dijadikan Model

Kompas.com - 30/10/2017, 19:09 WIB


KompasProperti - Langkah Lippo Group dalam mengembangkan proyek Meikarta yang dirancang sejak 20 tahun lalu dinilai perlu dijadikan model agar angka backlog perumahan berkurang.

Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah defisit rumah (backlog) yang saat ini berada di posisi 11,4 juta unit.  

"Kekurangan rumah masih sangat besar. Ini harus dikejar dengan kecepatan pembangunan," kata Presiden Jokowi di Pameran Indonesia Properti Expo, Jakarta, Agustus 2017 lalu.

Bentuk keseriusan pemerintah mengurangi angka backlog salah satunya dengan mengucurkan subsidi sebesar Rp 74 triliun untuk belanja hunian, selama 2015-2019. Selain itu, ada juga subsidi selisih bunga (SSB) sebesar tujuh persen.

Baca: Kurangi Backlog Perumahan, Meikarta Sejalan dengan Pemerintah

Namun, bantuan pemerintah tidak saja cukup. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta ikut membantu program hunian rakyat. Caranya, memangkas peraturan atau izin yang menyulitkan pengembang properti.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada acara tutup atap dua apartemen Meikarta di Cikarang meminta Lippo untuk tetap memperbaiki kekurangan Meikarta.

Luhut berencana memberi tahu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa apartemen di Meikarta dijual sangat murah. Strategi pengembang seperti itu, ujar dia, patut dijadikan model bagi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan permukiman layak huni.

"Saya akan lapor Presiden (Joko Widodo) atau ke Bu Rini (Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno), kenapa Lippo bisa bikin apartemen murah. Ini penting untuk kami (pemerintah) perbaiki," ujarnya, Minggu (29/10/2017).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Chairman Lippo Group James Riady menekan tombol sirine sebagai tanda penutupan atap dua apartemen Meikarta, Minggu (29/10/2017). Kompas.com/Erwin Hutapea Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Chairman Lippo Group James Riady menekan tombol sirine sebagai tanda penutupan atap dua apartemen Meikarta, Minggu (29/10/2017).

Lippo Group menawarkan sejumlah tipe apartemen, mulai dari 23, 42, dan 60 meter persegi.

Ia mengaku tertarik dengan apartemen yang luasnya 23 meter persegi. Pasalnya, harga unit tersebut hampir sama dengan rumah murah yang dibangun pemerintah. "Saya lihat juga (desainnya) sangat rapi," kata Luhut.

Terkait perizinan, ia menambahkan, sebenarnya tidak ada masalah yang berarti pada proyek tersebut.  "Kita harus apresiasi yang baik dalam kondisi ini, karena membuat lapangan kerja yang banyak," katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau