Advertorial

Kemenko PMK Gelar Rapat Akhir Pelaksanaan PKN Revolusi Mental

Kompas.com - 24/10/2018, 17:00 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida (dua dari kiri) dalam rapat akhir persiapan Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di Hotel Peninsula Manado, Selasa (23/10/2018). Dok. Humas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida (dua dari kiri) dalam rapat akhir persiapan Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di Hotel Peninsula Manado, Selasa (23/10/2018).

KOMPAS.com - Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nyoman Shuida mengapresiasi peran seluruh pihak yang bersinergi untuk memastikan terselenggaranya Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental dengan baik dan tepat sasaran.

Hal itu Nyoman katakan saat rapat akhir persiapan PKN Revolusi Mental di Hotel Peninsula Manado, Selasa (23/10/2018). 

Hadir dalam rapat tersebut adalah perwakilan lima Kementerian Koordinator Penanggung jawab Program Gerakan Revolusi Mental (KemenPANRB, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kemenko Maritim, dan Kemendagri) dan panitia daerah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) 

“Seluruh persiapan PKN Revolusi Mental sudah kami koordinasikan dengan baik dan saya mengapresiasi kerja bersama para koordinator program beserta persiapan Pemprov Sulut yang sudah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini” ujar Nyoman.

Lebih lanjut Nyoman menyampaikan peran strategis rembuk nasional yang akan dilaksanakan secara serempak pada Sabtu (27/10/2018), sebagai media evaluasi dan perumusan langkah implementasi GNRM pada tahun mendatang.

BACA JUGAManado Jadi Tuan Rumah Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018

“Setiap koordinator gerakan revolusi mental akan membahas seluruh capaian yang telah diraih dan juga akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menentukan strategi dan capaian untuk tahun selanjutnya,” ungkap Nyoman

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini rembuk akan dihadiri pula oleh para tokoh inspiratif dari 34 provinsi. Mereka akan berpartisipasi aktif memberikan masukan dan saran yang konstruktif untuk semakin membumikan implementasi dari setiap gerakan revolusi mental.

Selain membahas persiapan pelaksaan PKN Revolusi Mental, rapat juga juga membahas pematangan konsep kegiatan pameran inovasi layanan publik. Contohnya seperti, simulasi tes CAT oleh BKN yang diperuntukkan bagi para pelamar CPNS, akses pencetakan E-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya.

Pameran itu sendiri disajikan oleh kementerian dan lembaga di eks Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Untuk menunjang lokasi pameran yang nyaman bagi pengunjung dan masyarakat, Nyoman mengatakan, perlunya beberapa upaya perbaikan untuk mengoptimalkan fungsi eks Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

BACA JUGALewat Acara ini, Sulut akan Mantapkan Gerakan Revolusi Mental

“Kegiatan pameran ini sangat penting, maka saya harap eks Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara dapat sepenuhnya dioptimalkan dan juga di sisa waktu ini segera diperbaiki jika masih terdapat beberapa kekurangan,” papar Nyoman.

PKN Revolusi Mental tahun ini akan lebih menekankan hasil capaian nyata dari upaya dan komitmen pemerintah pusat dan daerah bersama dengan masyarakat untuk melaksanakan perubahan secara masif.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain rembuk lima gerakan perubahan (Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri dan Bersatu), gerakan aksi nyata serempak dalam bulan Pemantapan GNRM, dan nonton bersama dan diskusi film bertemakan Revolusi Mental.

Lalu pameran inovasi pelayanan publik dan karya kreatif anak bangsa, sharing bersama para tokoh inspiratif, pementasan seni budaya dari daerah hingga kontemporer, dan karnaval budaya Indonesia.

Untuk semakin menyemarakkan kegiatan PKN Revolusi Mental, pada Selasa (23/10/2018) dilaksanakan Temu Netizen yang mengundang para pelajar, mahasiswa, komunitas yang ada di Kota Manado.

Melalui forum ini, diharapkan pesan positif mengenai PKN Revolusi Mental dapat diviralkan melalui media sosial.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: