Advertorial

Begini Cara Bedakan Angin Duduk, Serangan Jantung, dan Gagal Jantung

Kompas.com - 30/07/2025, 13:04 WIB

KOMPAS.com – Nyeri dada yang disertai keringat dingin kerap disepelekan oleh banyak orang.

Padahal, keluhan yang sering dianggap hanya “angin duduk” biasa tersebut bisa menjadi pertanda kondisi medis serius, seperti serangan jantung atau bahkan gagal jantung yang memerlukan penanganan segera.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan ketiganya agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi di Mayapada Hospital Tangerang dr Aron Husink, SpJP(K), FIHA, menjelaskan bahwa angin duduk, serangan jantung, dan gagal jantung memiliki gejala serta penyebab yang berbeda.

Aron melanjutkan, angin duduk atau angina pektoris adalah nyeri dada yang muncul akibat aliran darah ke otot jantung berkurang. Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan pada arteri koroner.

BACA JUGA: Jangan Anggap Remeh Nyeri Dada, Segera Pastikan Penyebabnya di Chest Pain Unit Mayapada Hospital

Angin duduk umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda awal gangguan jantung.

“Gejala angin duduk mirip dengan serangan jantung, tetapi biasanya lebih singkat dan akan membaik setelah penderita minum obat atau beristirahat,” terangnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (30/7/2025).

Sementara itu, lanjut Aron, serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhenti total. Hal ini disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada otot jantung.

Gejala khas serangan jantung meliputi nyeri dada hebat yang menjalar. Rasa nyeri ini bisa menyebar ke lengan, leher, rahang, atau punggung. Gejala lain yang sering menyertai adalah keringat dingin, mual, dan sesak napas.

“Nyeri akibat serangan jantung tidak akan membaik dengan istirahat dan harus segera ditangani, misalnya dengan pemasangan ring atau terapi trombolitik,” jelasnya.

Kemudian, Aron menambahkan, gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Gejala gagal jantung meliputi sesak napas, pembengkakan pada kaki, kelelahan ekstrem, serta penurunan kemampuan beraktivitas yang terjadi seiring waktu.

BACA JUGA: Mayapada Hospital Sediakan Pemeriksaan Nyeri Dada Gratis Jika Bukan Karena Jantung

“Kondisi gagal jantung umumnya dipicu oleh riwayat serangan jantung, hipertensi, atau kelainan katup dan otot jantung. Penanganannya memerlukan pendekatan jangka panjang. Penanganan ini bisa melalui pemberian obat, perubahan gaya hidup, hingga tindakan intervensi medis,” imbuh Aron.

Periksakan ke Chest Pain Unit Mayapada Hospital

Untuk memastikan penyebab nyeri dada yang dialami, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Chest Pain Unit. Di unit ini, pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh, seperti EKG, tes darah enzim jantung, dan konsultasi dokter. Pasien bisa mendapatkan jaminan bebas biaya atau gratis jika tidak ditemukan gangguan jantung.

Namun, jika terbukti ada masalah pada jantung, pasien dapat ditangani oleh dokter spesialis jantung di layanan unggulan Cardiovascular Center Mayapada Hospital. Layanan ini menyediakan penanganan penyakit jantung yang lebih advanced.

Pemeriksaan di Chest Pain Unit Mayapada Hospital dan konsultasi penanganan penyakit jantung di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

BACA JUGA: Cardiovascular Center Mayapada Hospital Sukses Pulihkan Pasien Jantung Rematik

Jika terjadi serangan jantung, pasien bisa menghubungi layanan 24 jam Cardiac Emergency melalui call center 150990 atau emergency call button di MyCare. Penanganan akan dilakukan dengan tindakan Primary PCI sesuai protokol door to balloon kurang dari 90 menit.

Beragam info kesehatan jantung dan promo layanan Mayapada Hospital juga bisa diakses lewat fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare. Ada pula fitur Personal Health yang terhubung ke Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah kaki, dan BMI.

Unduh MyCare sekarang dan kumpulkan reward point untuk potongan harga layanan di Mayapada Hospital.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau