Advertorial

A.RA.SA Restaurant & Bar, Perjalanan Rasa dan Cerita Chef Alfrantra Medantara di Jantung Menteng

Kompas.com - 25/09/2025, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – “Every dish is a journey. Every guest a storyteller.” Kalimat itu tidak sekadar menjadi tagline A.RA.SA Restaurant & Bar, tetapi benar-benar terasa ketika Kompas.com berkesempatan menghadiri peluncuran restoran tersebut di Ascott Menteng Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Saat memasuki area restoran, pengunjung langsung mendapatkan kesan sebuah tempat makan berkelas. Interiornya bergaya elegan dengan dominasi material kayu, pencahayaan temaram, dan sentuhan kolonial yang identik dengan kawasan Menteng.

Di salah satu area Ascott Menteng Jakarta, terdapat area kebun hidroponik. Kebun ini menjadi sumber sayuran dan rempah segar bagi menu yang Kompas.com cicipi malam itu.

Malam itu, Kompas.com berkesempatan menyantap menu andalan dan sekaligus mendengar kisahnya dari sang arsitek rasa, Executive Chef A.RA.SA Alfan Medantara.

Salah satu hidangan utama malam itu adalah Madura Duck. Sepiring daging bebek berwarna coklat keemasan tersaji berlapis bumbu hitam yang harum.

Suasana interior A.RA.SA yang elegan dan hangat, siap menyambut tamu dengan pengalaman bersantap Istimewa di Ascott Menteng Jakarta. (KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko)KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Suasana interior A.RA.SA yang elegan dan hangat, siap menyambut tamu dengan pengalaman bersantap Istimewa di Ascott Menteng Jakarta. (KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko)

“Bebek ini kami smoke selama 12 jam memakai teknik serta berbahan pecking duck. Rempahnya kami datangkan langsung dari Jawa Timur, termasuk kluwek. Kami ingin setiap gigitan membawa orang ke kampung asalnya,” ujar Chef Alfan kepada Kompas.com, Selasa.

Dagingnya lembut, bumbu hitamnya pekat dengan sedikit hint pedas. Menu asal Madura, Jawa Timur, ini disandingkan dengan daun singkong sebagai pelengkap.

Rasanya seperti mengingatkan memori saat bersantap langsung di Pulau Garam, tapi diolah dengan teknik dapur modern.

Menu berikutnya adalah Jimbaran Coast Snapper. Kakap merah segar yang didatangkan langsung dari Bali ini dipanggang hingga kulitnya garing, tetapi dagingnya tetap lembut.

Sambal embe yang pedas manis dan sayur urap khas Bali berpadu secara harmonis dengan rasa ikan laut yang nikmat.

“Kami ingin menghadirkan cita rasa khas Bali yang hangat, pedas, tapi segar, tanpa kehilangan identitas rasa asli. Oleh karena itu, bumbunya kami riset dan uji coba berkali-kali agar tetap otentik,” kata Chef Alfan.

Beef Biefstuk, menu klasik ala kolonial dengan bumbu yang dimasak perlahan untuk rasa maksimal bersantap di A.RA.SA Ascott Menteng Jakarta. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Beef Biefstuk, menu klasik ala kolonial dengan bumbu yang dimasak perlahan untuk rasa maksimal bersantap di A.RA.SA Ascott Menteng Jakarta.

Lalu hadir Semur Bonemarrow, sajian yang mengingatkan pada masakan nenek di rumah. Menu satu ini terasa Istimewa karena menggunakan Wagyu MB9+ yang empuk direndam semur kaya rempah serta disajikan bersama sumsum panggang, nasi daun jeruk, dan bawang acar.

Tradisi Belanda yang disajikan ke atas meja restoran modern ini memberi sensasi “comfort food” dengan cita rasa istimewa.

Rayakan kekayaan rasa, budaya, dan koneksi

Hidangan-hidangan yang disajikan malam itu memang menggambarkan konsep A.RA.SA Restaurant & Bar.

General Manager Ascott Menteng Jakarta Alfredo Denage menjelaskan, A.RA.SA, terinspirasi dari kata Indonesia “rasa” yang berarti rasa. Resto dan bar ini dihadirkan untuk merayakan kekayaan rasa, budaya, dan koneksi.

Menu kontemporernya menggabungkan kekayaan warisan Indonesia dengan sentuhan rasa internasional, serta menggunakan bahan-bahan lokal berkualitas dan penyajian yang artistik dalam suasana hangat dan elegan.

Setiap hidangan dirancang sebagai perjalanan. Saat menyantap hidangan, tamu seakan diajak untuk merasakan kedalaman dan cerita di balik setiap rasa.

“Kami sangat antusias memperkenalkan A.RA.SA Restaurant & Bar sebagai wujud komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman kuliner di Ascott Menteng Jakarta. Restoran ini bukan sekadar sebuah ruang bersantap, tetapi juga merupakan perjalanan cita rasa dan sekaligus perayaan seni kuliner,” tutur Denage di acara peluncuran.

Executive Chef A.RA.SA, Alfan Medantara. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di hotel bintang lima dan restoran fine dining, baik di Indonesia maupun mancanegara, Chef Alfan dikenal dengan kreasinya yang inovatif, memadukan teknik masak modern dengan bahan lokal autentik. Dok. Ascott Menteng Jakarta Executive Chef A.RA.SA, Alfan Medantara. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di hotel bintang lima dan restoran fine dining, baik di Indonesia maupun mancanegara, Chef Alfan dikenal dengan kreasinya yang inovatif, memadukan teknik masak modern dengan bahan lokal autentik.

Hal senada juga diungkapkan Chef Alfan. Ia mengaku antusias menjadi bagian dari peluncuran A.RA.SA Restaurant & Bar. Resto dan bar ini dihadirkan untuk menciptakan pengalaman unik bagi tamu.

“Setiap hidangan menceritakan sebuah kisah, kaya akan rasa, berakar pada budaya, dan dibuat dengan penuh perhatian,” tuturnya.

Di sela-sela acara, Kompas.com berbincang lebih lanjut bersama Chef Alfan. Berbekal delapan belas tahun berkiprah di industri kuliner, ia pun bercerita panjang lebar tentang filosofi A.RA.SA.

“Konsep kami international food dengan sentuhan Dutch colonial. Kenapa Belanda? Karena Menteng ini kan kawasan kolonial. Kami ingin menghormati sejarah itu, tapi dengan rasa Nusantara yang autentik,” jelasnya.

Meski mengusung konsep internasional, ide menu Chef Alfan justru berangkat dari makanan kaki lima.

Momen kebersamaan di pembukaan A.RA.SA Restaurant & Bar Ascott Menteng Jakarta diwarnai toast hangat bersama tim manajemen dan Chef. Minuman ini terasa unik dengan perpaduan jahe dan kayu manis. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Momen kebersamaan di pembukaan A.RA.SA Restaurant & Bar Ascott Menteng Jakarta diwarnai toast hangat bersama tim manajemen dan Chef. Minuman ini terasa unik dengan perpaduan jahe dan kayu manis.

“Kami para chef sebenarnya penggemar street food. Suatu hari, saya diajak teman makan Bebek Maisa di Jakarta Timur (Jaktim) warung kaki lima. (Menu) bebeknya legendaris. Rasanya luar biasa. Waktu itu saya berpikir, mengapa kita di dapur profesional dengan fasilitas modern tidak bisa membuat seperti itu? Dari situ lahirlah ide Madura Duck kami,” kisahnya.

Cerita itu membuat Kompas.com mendapatkan jawaban kenapa hidangan A.RA.SA terasa dekat, meski tampilannya berkelas.

Chef Alfan menegaskan bahwa misinya tidak hanya menyajikan makanan enak, tetapi juga mengangkat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta petani lokal agar dikenal lebih luas.

“Kami memilih bahan baku 100 persen lokal. Burrata cheese untuk salad pun bukan impor, melainkan dari Lembang, Bandung. Kami ingin membuktikan bahwa produk lokal bisa berkualitas internasional,” katanya.

Seluruh sayuran, lanjut Chef Alfan, ditanam sendiri di kebun hidroponik milik Ascott Menteng Jakarta.

“Jadi, salad yang Anda nikmati benar-benar 100 persen segar,” jelasnya.

Nama A.RA.SA berasal dari kata “rasa” dengan filosofi sederhana bahwa setiap hidangan yang disajikan adalah wadah bagi para tamu untuk menjadi storyteller. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Nama A.RA.SA berasal dari kata “rasa” dengan filosofi sederhana bahwa setiap hidangan yang disajikan adalah wadah bagi para tamu untuk menjadi storyteller.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi perhatian serius. Ayam dan telur dipastikan pihaknya cage-free.

Selain itu, manajemen Ascott Menteng Jakarta juga turut mengurangi penggunaan plastik di dapur guna mewujudkan prinsip keberlanjutan.

“Target kami dalam tiga tahun ke depan bisa bebas dari plastik sekali pakai. Ini bukan sekadar tren, melainkan tanggung jawab kami,” kata Chef Alfan.

Dessert penutup yang menggoda

Perjalanan rasa belum lengkap tanpa hidangan penutup. Chef Alfan menganjurkan awak media mencoba beberapa dessert khas A.RA.SA.

Pertama, Forest Dark Chocolate Mousse. Menggunakan cokelat single-origin Papua 73 persen, mousse ini lembut dengan “chocolate soil” dan es krim cokelat pekat.

Forest Dark Chocolate Mousse, dessert cokelat bertekstur unik yang dikreasikan Chef A.RA.SA, memadukan cita rasa cokelat premium Papua dengan kesegaran buah segar. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Forest Dark Chocolate Mousse, dessert cokelat bertekstur unik yang dikreasikan Chef A.RA.SA, memadukan cita rasa cokelat premium Papua dengan kesegaran buah segar.

“Kami ingin menunjukkan kualitas cokelat Papua tak kalah luar biasa. Banyak orang belum tahu kalau cokelat kita bisa bersaing dengan Eropa,” katanya.

Lalu ada Klappertaart, tart kelapa khas Manado dengan sentuhan Belanda dengan pugasan kismis, daging kelapa muda, dan es krim kopyor. Rasanya lembut dan manisnya pas.

Klepon Mousse juga menghadirkan nostalgia jajanan pasar dengan rasa pandan, gula aren, dan kopyor ice cream. Sementara, Mango Cheesecake menawarkan kesegaran tropis lewat puree mangga arumanis, granola, dan potongan cokelat.

Mencicipi dessert ini, Kompas.com serasa dibawa kembali ke kenangan masa kecil, tetapi dengan kemasan yang lebih elegan.

East Indies elegance meets Minahasan warmth, klappertaart klasik berisi kelapa muda dan kismis, disempurnakan es krim kopyor. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko East Indies elegance meets Minahasan warmth, klappertaart klasik berisi kelapa muda dan kismis, disempurnakan es krim kopyor.

Dessert bagi kami bukan hanya penutup, melainkan juga jembatan kenangan. Kami ingin orang tersenyum, teringat sesuatu, lalu menceritakannya,” kata Chef Alfan.

Kompas.com pun sempat bertanya kepada Chef Alfan tentang siapa sebenarnya target pengunjung A.RA.SA.

Ia menjelaskan, pasarnya campuran antara ekspatriat yang bekerja di sekitar Menteng, masyarakat lokal pencinta kuliner, hingga tamu hotel Ascott.

“Kami mencoba mempertahankan rasa otentik agar orang lokal merasa nyaman, tapi juga cukup elevated agar tamu asing merasa tertarik,” katanya.

Tertarik berkunjung? A.RA.SA Restaurant & Bar terletak di lantai mezzanine Ascott Menteng Jakarta. Resto dan bar ini juga menyajikan puluhan wine yang telah dikurasi serta minuman yang terinspirasi dari lokal. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau