Kilas

Hendrar Ungkap Rahasia Kota Semarang

Kompas.com - 13/04/2018, 20:00 WIB

KOMPAS.com - "POSE" menjadi kunci keberhasilan promosi pariwisata Kota Semarang. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat membuka pameran fotografi Astonishing Indonesia 2 di Mal Paragon, Semarang, Jumat (13/4/2018).

"POSE di sini yang saya maksud adalah Paid media atau media berbayar yang digunakan untuk mempromosikan Kota Semarang. Kemudian, Owned media atau media promosi yang pemerintah miliki seperti misalnya baliho dan videotron. Lalu, Sosial media seperti instagram, facebook, dan twitter. Yang terakhir adalah Endorsement atau dukungan dari tokoh-tokoh terkemuka," ujar Hendrar.

Menurut dia, kempat unsur itu sangat penting untuk membuat Kota Semarang menjadi hebat dan dikenal. Berbagai upaya untuk membangun dan memperbaiki citra Kota Semarang bakal sia-sia bila "POSE" diabaikan.

"Kita sudah bangun banyak, kita sudah bareng-bareng bersihkan lingkungan, kita juga sudah membuat beberapa destinasi wisata dan agenda wisata, tetapi kalau promosinya kurang, orang-orang tidak akan pernah tahu Kota Semarang,” katanya.

(Baca: Semarang Kembangkan Hotel Berkonsep Rumah Pohon)

Pameran fotografi yang digelar hingga 19 April mendatang tersebut menampilkan karya-karya fotografer Indonesia, seperti Marrysa Tunjung Sari, Misbachul Munir, Ebbie Vebri Adrian, Arbain Rambey, Don Hasman, Ve Dhanito, Harsos Reinaldi, dan Yulianus Ladung. Karena itulah, Wali Kota Semarang menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu cara mempromosikan Kota Semarang melalui foto atau karya visual.

Kehadiran para fotografer, diharapkan mampu mendongkrak citra Kota Semarang. “Hadirnya mereka, kita berharap ketokohannya akan mampu membuat karya-karya seni khususnya tentang Kota Semarang menjadi semakin hebat," katanya.

Hendrar pun berharap agar pameran Astonishing Indonesia ini diselenggarakan setiap tahun. Pemerintah Kota Semarang siap mengakomodasi penyelenggaraan pameran fotografi. "Ini merupakan bentuk kebersamaan, kekerabatan, keguyuban, dan wujud partisipasi berbagai elemen untuk menjadikan Semarang lebih baik lagi," imbuhnya.

(Baca: Pasar Semarangan, Destinasi Wisata Baru di Kota Semarang)

Ketua Panitia Pameran Fotografi, Andi Kusnadi, mengatakan pameran Astonishing Indonesia 2 digelar untuk mengakomodasi karya-karya dari komunitas fotografer.

"Di Kota Semarang ini, komunitas fotografer sangat besar. Pameran ini untuk mengakomodasi karya-karya mereka. Selain itu, sebagai sarana mempromosikan Kota Semarang dengan karya-karya fotografer di Kota Semarang," ujar Andi.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau