KARAWANG, KAMIS - Warung 'Sutil', sejenis warung remang-remang yang ada di Kampung Sukamenak, Cilamaya, Karawang, Jabar, kerap menjadi pemicu tindakan kejahatan. Oleh karena itu Camat Cilamaya Wetan, Andi Muryadi mengusulkan agar keberadaannya perlu ditutup.
"Saya sudah lapor ke Pemkab Karawang, yakni agar Satpol PP dapat segera menutup keberadaan warung 'Sutil'," katanya di Karawang, Kamis.
Hal tersebut dilakukan karena warung 'Sutil' sudah beberapa kali menjadi pemicu tindakan kejahatan, dan salah satunya seperti penembakan seorang warga bernama Darsim oleh anggota Polsek Cilamaya, hingga berbuntut pengeroyokan anggota Polsek Cilamaya itu sampai tewas dan penyerangan Polsek Cilamaya.
"(Kejadian) seperti itu tidak hanya kali ini saja. Sebelumnya juga banyak kejadian di lokalisasi itu, karena para pengunjung yang mabuk, bertengkar atau membuat onar di sekitar lokasi," katanya.
Dikatakannya, polisi bersama aparat setempat di lokasi warung 'Sutil' sebelumnya telah melakukan razia minuman keras. Namun, karena jarak dengan perbatasan Kabupaten Subang begitu dekat, pasokan miras yang diduga datang dari wilayah Subang itu juga tidak pernah habis di lokalisasi itu.
Atas hal tersebut, ia meminta pihak berwenang, yakni Satpol PP segera menetralisir sekira 20 warung Sutil di daerahnya dari Miras, para pekerja seks komersial (PSK) dan juga dampak buruk dari beroperasinya tempat itu.
Hingga kini sejumlah warga Kampung Sukamenak, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang masih mengamankan diri ke luar kampung, untuk menghindari "sweeping" jajaran Polres Karawang, terkait dengan penyelidikan penyerangan Polsek Cilamaya dan pengeroyokan anggota Polsek Cilamaya Aiptu Syaeful Rahman, Jumat (11/1) lalu.
Kepala Dusun Sukamenak, Dulmatin (33) mengatakan, hingga kini sejumlah warga lelaki setempat masih memilih untuk mengamankan diri di luar kampung, agar terhindar dari 'sweeping' petugas.
"Kami sudah menyarankan agar warga yang tidak bersalah tidak menghindari kejaran polisi. Karena jika terus menghindar, pihak kepolisian tambah curiga kepada warga," katanya.
Dikatakannya, kebanyakan warga yang ditangkap oleh jajaran Polres Karawang ialah warga Kampung Cibango, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Penangkapan itu dilakukan karena kebanyakan dari mereka diduga ikut dalam pengeroyokan dan penyerangan Polsek Cilamaya.
Sementara sebagian warga lain yang sempat ditangkap pihak kepolisian, kini sudah dikembalikan lagi kerumahnya masing-masing, setelah sebelumnya diminta keterangan.
Hingga kini, aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyerangan Polsek Cilamaya dan pengeroyokan anggota Polsek Cilamaya. Bahkan, salah seorang warga yang diduga kuat mengetahui tragedi Cilamaya, kini sedang diperiksa Polres Karawang.
Namun belum bisa diketahui apakah yang bersangkutan terlibat dalam kasus tersebut atau hanya sebagai saksi.
Saat dikonfirmasi, Wakapolres Karawang Kompol Iwan Iman Susilo membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang warga sekitar lokasi kejadian.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pengusutan terkait peristiwa yang menewaskan seorang warga Kampung Sukamenak, Darsim bin Nurman (31) karena ditembak Saeful hingga memicu terjadinya penyerangan Polsek Cilamaya. (ANT/ABI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang