Shalat Id di Atas Kapal

Kompas.com - 03/10/2008, 10:03 WIB

ADI SUCIPTO KISSWARA

Mata Joko Waluyo (32) berkaca-kaca, bahkan air matanya menetes seusai mengikuti shalat Id di Kapal Musthika Kencana, Rabu (1/10).

Joko yang bekerja sebagai kru kapal itu merasakan kegetiran. Ia tidak bisa merayakan Lebaran sebagai hari kemenangan bersama orang-orang tercintanya.

”Anak saya lagi lucu-lucunya. Umurnya baru tiga tahunan,” tuturnya dengan mata berkaca.

Hati Joko berdesir sejak kumandang takbir pada malam Lebaran. Joko selalu ingat istri dan anaknya.

”Sedih kalau ditanya anak, ayah kapan pulang,” katanya.

Ainul (28) mengalami kepedihan sama. Ia bekerja di kapal sudah delapan tahun. Sudah enam kali Lebaran tidak pernah Lebaran di rumah.

”Anak saya selalu menanyakan kapan pulang,” tutur pria asal Cirebon itu.

Hal yang sama dialami Sunaryo yang sudah 11 tahun bekerja di dunia perkapalan. Saat neneknya meninggal, 20 September, ia bahkan tidak bisa pulang untuk ikut dalam prosesi pemakaman.

Para awak kapal ini, kemarin, shalat Id di kapal karena harus sudah siap berlabuh pada pukul 05.00. Shalat Id di KM Musthika Kencana dilaksanakan di depan ruang kantin. Para karyawan yang semuanya laki-laki itu pun khidmat dan khusyuk menggemakan takbir sebelum shalat Id dimulai.

Sebaliknya, para kru kapal tanker justru diangkut dengan perahu mesin menuju tanah lapang dekat dermaga kapal pesiar di Pulo Merak. Kru kapal tanker tidak mungkin shalat Id di kapal karena jumlahnya sedikit.

Seusai shalat Id para awak kapal itu berdiri membentuk lingkaran dan secara bergiliran berjalan memutar bersalaman, mengucapkan selamat Lebaran dan saling memaafkan.

Mereka bercanda sambil menepuk pundak temannya sebagai ungkapan rasa akrab. Para awak kapal ini merayakan kemenangan.

Semua ingin kembali fitri, menyucikan hati setelah ditempa dengan puasa sebulan lamanya. Kesucian itu diharapkan terjaga hingga Lebaran berikutnya.

Selamat Idul Fitri, minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin....

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau