Jimmy S Harianto
Perjalanan hidup pribadi Natalie Cole sebenarnya tak seemas suaranya. Lahir dan besar di bawah bayang-bayang popularitas mendiang sang ayah, vokalis jazz Nat King Cole, Natalie pun mengalami berbagai guncangan.
Maka, kurang dari separuh wartawan yang hadir pun kemudian menyusul ke Hotel Four Season yang letaknya tak jauh dari tempat rencana jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk memenuhi ajakan ”kemungkinan” wawancara dengan sang bintang. Natalie Cole siang itu dikabarkan masih mengalami
”Ia membatalkan rencana konser sebelum Jakarta, di Bangkok (Thailand). Dia hanya mau konser di Jakarta, lalu di Manila (Filipina), untuk kemudian kembali ke Amerika,” ungkap Peter Basuki dari Buena Productions yang mendatangkan sang peraih 10 Grammy Awards dalam rentang waktu tiga dasawarsa kariernya, sejak 1975 itu.
Ketika melihat sejumlah wartawan di lobi hotel pun, tampak Natalie Cole memarahi sang manajer, juga beberapa orang di sekitarnya.
”Dia minta langsung diantar ke rumah sakit (Medistra di Kuningan) untuk cuci darah. Ia memang tak bersedia diwawancara karena sakitnya,” tutur Peter Basuki pula.
Natalie Cole pada September 2008 sempat dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, dia juga menderita efek samping pengobatan antiviral Hepatitis C yang dideritanya. Ternyata dia juga harus berjuang menghadapi sakit ginjal. Dia kini harus menjalani cuci darah tiga kali setiap minggu sambil menunggu tindakan transplantasi atas ginjalnya.
Diberitakan sebelumnya,
Efek samping yang diderita penyanyi kelahiran Los Angeles, California, 6 Februari 1950, itu meliputi kelelahan luar biasa, sakit otot, dan dehidrasi. Natalie Cole dikabarkan sudah sembuh dari efek samping pengobatan ini, tetapi belakangan diketahui ia harus berjuang melawan ”penyakit baru”-nya, berupa sakit ginjal, dan harus menjalani cuci darah seraya menunggu transplantasi ginjal.
”Ia juga batal menonton Java Jazz (di JCC Senayan), padahal saya sudah sediakan tiket untuk dia. Sebab, setelah cuci darah biasanya dia harus istirahat empat jam. Rupanya dia kliyengan (pusing) setelah itu,” kata Peter Basuki.
Terlahir dengan bakat dari sang ayah yang tersohor sebagai vokalis jazz, Nat King Cole, dan meninggal karena kanker paru-paru pada Februari 1965, Natalie dicatat sebagai penyanyi, pencipta lagu, bahkan juga pengaransemen yang berpengaruh di AS.
Begitu sohornya sang ayah, keluarga Nat King Cole pun menikmati berbagai ”hak istimewa”. Mereka disebut-sebut sebagai ”The Black Kennedys”, seperti layaknya keluarga hebat AS lainnya, klan Kennedy.
Mengawali sukses, pada awal kariernya sebagai penyanyi R & B, Natalie Cole kemudian mengubah dirinya menjadi penyanyi yang lebih berorientasi pada vokal jazz sejak awal tahun 1990-an.
Darah menyanyinya tak hanya mengalir dari sang ayah, tetapi juga ibunya, penyanyi orkestra Maria Hawkins Ellington. Meski bernyanyi untuk band
Ketika sang ayah, Nat King Cole, meninggal tahun 1965, Natalie masih berusia 15 tahun. Apalagi setelah itu hubungannya dengan sang ibu juga memburuk.
Natalie Cole dalam buku otobiografinya,
Selulus dari Amherst, Natalie Cole mulai menyanyi. Pada akhir pekan, ia menyanyi di sebuah pub di Amherst, sambil bekerja sebagai kasir di sebuah toko kelontong.
Pengalaman kelamnya terjadi sepulang dari tampil bernyanyi di Toronto, Ontario, Kanada, tahun 1975. Natalie ditahan aparat keamanan karena kedapatan memiliki heroin. Dia dijatuhi hukuman percobaan dan menjalani hukuman di Kanada.
Pada suatu kesempatan sekitar tahun itu pula, ia dipertemukan dengan suami pertamanya, Marvin Yancy, di sebuah kelab malam. Bersama Chuck Jackson (saudara tokoh kulit hitam Jesse Jackson), mereka kemudian berhasil memproduksi lagu-lagu
Dalam perjalanan hidupnya, si suara emas yang sangat dikenal dengan ”duet”-nya bersama suara mendiang sang ayah lewat album
Selain pernah ditangkap karena heroin, Natalie Cole juga pernah hampir kehilangan anaknya, Robert Adam (buah perkawinannya dengan Marvin Yancy), ketika anak tersebut nyaris tenggelam di kolam renang keluarga. Saat itu Natalie dikabarkan tengah dalam pengaruh narkoba.
Kisah-kisah kelam Natalie—yang menghasilkan tak kurang dari 27 album, belum termasuk
Ironi dalam hidup si suara emas itu masih terus berjalan, sampai saat menjelang usia Natalie Cole yang ke-60 pada tahun depan....
BIODATA