ROMA, KOMPAS.com — AS Roma mencatatkan kemenangan 3-1 atas Fiorentina dalam lanjutan Serie A, di Stadion Olimpico, Minggu (20/9). Setelah sempat terjerembap di zona degradasi, mereka pun beringsut naik ke posisi 11 dengan koleksi enam poin.
Kemenangan itu boleh dianggap sebagai respons AS Roma menyusul kekalahan 0-2 dari FC Basel di pentas Liga Champions, Rabu (16/9). Saat itu, sejumlah penggawa Roma mengatakan, kekalahan diakibatkan oleh hilangnya semangat juang.
Rasa kecewa akibat kalah di laga itu memacu motivasi pemain untuk meraih hasil lebih baik. Menghadapi Fiorentina, Roma bermain dengan ambisi dan penuh kepercayaan diri. Hasilnya, mereka mampu mendominasi laga sejak awal. Dalam sepuluh menit pertama saja, mereka mampu membuat tiga tembakan tepat ke gawang melalui John Arne Riise, Totti, dan Marco Casetti. Sayangnya, tembakan mereka belum mampu mengatasi refleks kiper Fiorentina, Sebastian Frey.
Meski gagal, Roma berusaha mempertahankan tensi serangan mereka. Desakan tuan rumah merusak konsentrasi Fiorentina dan mereka pun mulai melakukan kesalahan. Alessandro Gamberini melakukan handsball di kotak penalti ketika sedang mengadang laju Mirko Vucinic. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.
Totti yang dipercaya mengeksekusi penalti menunaikan tugas dengan baik. Dengan dingin, ia mengirim bola ke sudut kanan atas gawang Frey. Meski Frey bisa membaca arah bola, gerakannya kalah cepat dari laju bola.
Lima menit kemudian, Totti kembali menjebol gawang Frey dan membawa timnya unggul 2-0. Saat itu, memanfaatkan kekacauan di kotak penalti, ia berhasil mengirim bola ke tengah gawang Frey.
Sepasang gol Totti memicu semangat Roma. Mereka pun bermain lebih agresif mengincar jaring lawan. Akhirnya, pada menit ke-40, Daniele De Rossi memastikan keunggulan 3-0 untuk Roma, setelah berhasil meloloskan umpan Totti ke dalam gawang Frey.
Fiorentina sendiri juga bukannya tanpa peluang. Pada menit kedua, mereka sebetulnya sudah bisa unggul melalui Alessandro Gamberini. Sayangnya, tandukannya ke arah tengah atas gawang masih bisa ditangkap Julio Sergio.
Ketika sudah dalam keadaan tertinggal 0-2 pun, mereka masih berusaha menyerang dan bisa membuat ancaman. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka harus rela menutup babak pertama dengan kekalahan 0-3.
Memasuki babak kedua, Roma melanjutkan dominasinya. Kali ini, mereka mendapat perlawanan keras dari Fiorentina. Namun, meski tak semudah babak pertama, mereka masih mampu mengendalikan permainan.
Roma memang sempat tertekan oleh Fiorentina di sepuluh menit pertama babak kedua. Namun, setelah itu mereka kembali menentukan arah angin. Mereka pun kembali menghujani gawang lawan dengan tembakan-tembakan berbahaya.
Kepiawaian Frey mengandaskan tembakan-tembakan John Arne Riise, Stefano Okaka, dan Rodrigo Taddei membuat Roma semakin gemas dan penasaran. Mereka pun meningkatkan intensitas serangan untuk memperbesar peluang gol.
Terlalu asik menyerang, Roma lengah mewaspadai pergerakan lawan. Mereka pun harus membayar mahal kesalahan itu dengan bobolnya gawang Sergio oleh Alberto Gilardino di menit ke-84.
Gol bermula dari kesalahan Simone Perotta ketika melakukan back pass. Gilardino yang berada di dekatnya pun langsung menyambar bola, menggiringnya ke kotak penalti, dan menembakkan bola sudut kanan bawah gawang Sergio.
Gol itu memicu semangat tempur "La Viola". Melupakan kelelahan, mereka pun meningkatkan tempo permainan. Namun, belum lagi usaha mereka mendapat hasil yang diharapkan, Rizzoli sudah meniup peluit tanda berakhir pertandingan. Fiorentina pun pulang dengan tangan kosong.
Susunan pemain:
Roma: Sergio; Burdisso, Juan, Riise, Cassetti; De Rossi, Perrotta, Taddei, Pizarro (Faty 68); Vucinic (Okaka 57), Totti
Fiorentina: Frey; Dainelli, Gamberini, Pasqual, Comotto; Montolivo (Donadel 67), Zanetti, Marchionni, Santana (Jorgensen 60); Mutu (Jovetic 61), Gilardino