Piala dunia 2010

Kamerun Mendekati Afrika Selatan

Kompas.com - 12/10/2009, 03:16 WIB

JOHANNESBURG, MINGGU - Kamerun harus menang di kandang Maroko, 14 November, untuk menyusul Ghana dan Pantai Gading yang telah lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tim berjuluk ”Singa Perkasa (Indomitable Lions)” itu memimpin Grup A setelah menekuk Togo 3-0 pada kualifikasi Zona Afrika, Sabtu lalu, dan unggul satu poin di atas Gabon, pesaing mereka.

Setelah Ghana dan Pantai Gading lolos, Zona Afrika tinggal menyisakan tiga tiket Piala Dunia 2010. Kamerun mengalami transformasi positif setelah ditangani pelatih asal Perancis, Paul le Guen, Juli lalu.

Pada partai Sabtu lalu, mereka tanpa ampun menyikat Togo yang diperkuat pemain terbaik Afrika dan striker Manchester City, Emmanuel Adebayor. Diawali gol gelandang Geremi Njitap pada menit ke-32, Kamerun memperbesar kemenangan lewat Jean Makoun dan Achille Emana di babak kedua.

Makoun menceploskan gol setelah mendapat umpan striker Inter Milan, Samuel Eto’o, yang melewati empat bek tim tamu. Emana memperdayai kiper Togo, Kodjovi Obilale, dengan tendangan mendatar.

Namun, Kamerun mendapat tantangan dari Gabon yang menang 3-1 atas Maroko, Sabtu lalu. Pada laga itu, Gabon mendapat ”hadiah gol bunuh diri” Hicham Mahdoufi beberapa saat menjelang turun minum.

Di babak kedua, mereka memperbesar kemenangan melalui gol Eric Mouloungou dan Daniel Cousin. Maroko mempertipis kekalahan lewat gol Adel Taarabt, satu menit menjelang pertandingan bubar.

Selain Kamerun, tiga tiket itu juga menjadi rebutan Mesir dan Aljazair di Grup C serta Tunisia dan Nigeria di Grup B. Hingga berita ini diturunkan, Tunisia menjamu Kenya di Rades, sementara Nigeria menjamu Mozambik di Abuja.

Sebelum laga itu, Tunisia memimpin klasemen dengan nilai delapan, dua poin di atas Nigeria. Kedua tim masih memiliki laga terakhir, Rabu lusa. Jika bisa memaksimalkan dua laga terakhir dengan kemenangan, Tunisia lolos.

Satu tiket dari Grup C baru bisa dipastikan bulan depan ketika Mesir menjamu Aljazair pada duel hidup-mati untuk menentukan siapa yang berhak tampil di Piala Dunia 2010. Dua tim sama-sama mengumpulkan nilai 10, tetapi Aljazair bisa membuat selisih nilai jika menang atas tamunya, Rwanda, pada laga Senin dini hari WIB.

Mesir menang tipis 1-0 ketika dijamu Zambia, Sabtu lalu, lewat gol gelandang Hosni Abd Rabou pada menit ke-68. Mesir tengah mengincar tiket tampil di Piala Dunia untuk pertama kali sejak tahun 1990. Begitu juga Aljazair yang terakhir tampil di Piala Dunia pada 1986 di Meksiko.

Kegembiraan Drogba

Sementara itu, lolosnya Pantai Gading ke Piala Dunia 2010 disambut gembira seluruh warga negeri itu. Mereka lolos setelah imbang 1-1 melawan tuan rumah Malawi. Striker Pantai Gading, Didier Drogba, yang menyamakan skor 1-1 tidak bisa menutupi kegembiraannya setelah meloloskan negaranya tampil di Piala Dunia kedua kali beruntun.

”Saya sangat gembira karena Pantai Gading akan tampil di Piala Dunia yang kedua kalinya,” kata Drogba sambil merujuk penampilan negaranya di Piala Dunia 2006 Jerman.

”Kami tampil hebat. Kami buat mereka berlari bak mengejar uang,” ujar Kinnah Phiri, Pelatih Malawi.

Di Piala Dunia 2006 Jerman, Pantai Gading tersingkir dari penyisihan grup secara terhormat setelah kalah tipis dari dua raksasa, Argentina dan Belanda, dan menang atas Montenegro. Pelatih Inggris Fabio Capello menyatakan, Pantai Gading bisa melaju lebih jauh saat tampil di Piala Dunia tahun depan, yang untuk pertama kali digelar di Afrika.

Sedemikian besar potensi Pantai Gading, Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti sempat melontarkan pernyataan, ia mau menangani mereka di Piala Dunia 2010 tanpa dibayar. (AP/AFP/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau