KAIRO, KOMPAS.com - Abdel Nasser Isa mengalami luka parah. Ledakan dahsyat itu terjadi ketika Abdel Nasser menjinakkan roket yang ditemukan dekat rumahnya. Juru bicara Hezbollah, Ibrahim Mussavi, menegaskan, hanya ada seorang korban luka-luka. Televisi Al Manar milik Hezbollah mengungkapkan, Hezbollah sedang melakukan investigasi soal pelaku ledakan. Selain korban luka-luka, ledakan itu membakar sebagian rumah milik tokoh Hezbollah tersebut. Berita sebelumnya menyebutkan, ledakan itu menghancurkan bangunan yang terdiri dari tiga lantai. Israel dan Hezbollah selama ini selalu saling tuding atas serangkaian ledakan di Lebanon selatan. Ada dugaan, roket yang meledak pada Senin malam itu adalah sisa perang Lebanon tahun 2006. Di sisi lain, sumber militer Lebanon mengungkapkan, pesawat tempur Israel terbang rendah di Lebanon selatan pada Senin pagi. Pihak militer Israel membantah terlibat dalam ledakan Senin malam itu. Israel menuduh ledakan itu membuktikan Hezbollah masih menimbun senjata di Lebanon selatan yang merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan PBB. Israel meminta Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) bagian selatan melakukan penyidikan atas ledakan itu. Juru bicara UNIFIL, Yasmina Bouziane, mengatakan, pihaknya telah melakukan kontak dengan militer Lebanon untuk mengetahui lebih jauh mengenai ledakan bom itu. Sebelum ini, Israel juga balik menuduh Hezbollah melakukan pelanggaran atas Resolusi DK PBB No 1701, ketika ledakan besar pada 14 Juli di sebuah desa di Lebanon selatan yang melukai 14 anggota UNIFIL saat itu. Israel selama ini sering mengungkapkan bahwa kekuatan militer Hezbollah saat ini jauh lebih kuat dibandingkan pada tahun 2006, saat terjadi perang Israel-Hezbollah. Israel juga menuduh Hezbollah terus melatih para anggota militer menggunakan rudal dari darat ke darat yang mampu menjangkau kota Tel Aviv dan rudal antiserangan udara yang mengancam pesawat-pesawat tempur Israel. Presiden Israel Shimon Peres di Jerusalem, Selasa (13/10), mengatakan, bukan Israel melainkan Hezbollah yang membuat Lebanon menjadi kacau. Pihak Hezbollah sebaliknya menuduh Israel sebagai pengacau di kawasan.