Rumah Tokoh Hezbollah Meledak

Kompas.com - 14/10/2009, 06:14 WIB

 

KAIRO, KOMPAS.com - Sebuah ledakan misterius, Senin (12/10) malam, menghancurkan rumah tokoh Hezbollah, Abdel Nasser Isa (41), di desa Tayr Filsay, dekat kota pelabuhan Tirus, Lebanon selatan. Desa itu hanya 10 kilometer dari perbatasan Lebanon-Israel.

Abdel Nasser Isa mengalami luka parah. Ledakan dahsyat itu terjadi ketika Abdel Nasser menjinakkan roket yang ditemukan dekat rumahnya.

Juru bicara Hezbollah, Ibrahim Mussavi, menegaskan, hanya ada seorang korban luka-luka.

Televisi Al Manar milik Hezbollah mengungkapkan, Hezbollah sedang melakukan investigasi soal pelaku ledakan.

Selain korban luka-luka, ledakan itu membakar sebagian rumah milik tokoh Hezbollah tersebut. Berita sebelumnya menyebutkan, ledakan itu menghancurkan bangunan yang terdiri dari tiga lantai.

Pesawat Israel

Israel dan Hezbollah selama ini selalu saling tuding atas serangkaian ledakan di Lebanon selatan. Ada dugaan, roket yang meledak pada Senin malam itu adalah sisa perang Lebanon tahun 2006. Di sisi lain, sumber militer Lebanon mengungkapkan, pesawat tempur Israel terbang rendah di Lebanon selatan pada Senin pagi.

Pihak militer Israel membantah terlibat dalam ledakan Senin malam itu. Israel menuduh ledakan itu membuktikan Hezbollah masih menimbun senjata di Lebanon selatan yang merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan PBB.

Israel meminta Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) bagian selatan melakukan penyidikan atas ledakan itu. Juru bicara UNIFIL, Yasmina Bouziane, mengatakan, pihaknya telah melakukan kontak dengan militer Lebanon untuk mengetahui lebih jauh mengenai ledakan bom itu.

Sebelum ini, Israel juga balik menuduh Hezbollah melakukan pelanggaran atas Resolusi DK PBB No 1701, ketika ledakan besar pada 14 Juli di sebuah desa di Lebanon selatan yang melukai 14 anggota UNIFIL saat itu.

Israel selama ini sering mengungkapkan bahwa kekuatan militer Hezbollah saat ini jauh lebih kuat dibandingkan pada tahun 2006, saat terjadi perang Israel-Hezbollah.

Israel juga menuduh Hezbollah terus melatih para anggota militer menggunakan rudal dari darat ke darat yang mampu menjangkau kota Tel Aviv dan rudal antiserangan udara yang mengancam pesawat-pesawat tempur Israel.

Presiden Israel Shimon Peres di Jerusalem, Selasa (13/10), mengatakan, bukan Israel melainkan Hezbollah yang membuat Lebanon menjadi kacau. Pihak Hezbollah sebaliknya menuduh Israel sebagai pengacau di kawasan. (mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau