Jakarta, Kompas -
Kelonggaran tersebut terjadi, biasanya, karena pihak rumah sakit kadang khawatir dikatakan kurang manusiawi dan tidak ingin pasien mengeluhkan hal itu. Sebagai contoh, terkadang rumah sakit tidak disiplin menerapkan peraturan seputar pembesukan pasien.
Padahal, peraturan tersebut dibuat guna mengontrol masuk-keluarnya pengunjung dengan tujuan agar pasien dapat beristirahat. Farid mengaku menemui kesulitan menertibkan semua rumah sakit agar berdisiplin menegakkan aturan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang baik antara rumah sakit dan pasien.
Didesain rumah sakit
Terkait keamanan, pemerintah memang memberikan panduan, tetapi sistem keamanan di setiap rumah sakit didesain dan dikembangkan oleh rumah sakit sendiri sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing.
Kapasitas dan status kepemilikan rumah sakit saat ini amat beragam sehingga peraturan tersebut tidak dapat diseragamkan.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) sekaligus Direktur RS Kanker Dharmais Sutoto mengatakan, pada masa mendatang diperlukan standar minimal keamanan di rumah sakit.
Untuk persalinan, misalnya, perlu ada standar operasional minimal mulai dari pengambilan hingga perawatan bayi selama di rumah sakit.
Terlebih lagi, ada saran model pelayanan rawat gabung ibu dan anak. Di tengah kondisi lelah dan lemah pascamelahirkan, kewaspadaan ibu tentu menurun sehingga diperlukan prosedur pengamanan yang lebih baik.
Sementara itu, rumah sakit harus konsekuen menerapkan prosedurnya, termasuk kedisiplinan agar staf yang bertugas berseragam lengkap dan mengenakan tanda identitas.
Rumah sakit juga harus lebih disiplin dalam menerima kunjungan ke pasien. Disiplin jam besuk dan hubungan pengunjung dengan pasien harus jelas.
Beberapa kasus yang terjadi, pengunjung berkeras menengok pasien dengan berbagai alasan. Akibat khawatir dituding melanggar hak dan tidak berperikemanusiaan, akhirnya pengunjung dibolehkan masuk di luar jam besuk yang ditetapkan.
Dalam waktu dekat, Persi akan mengadakan seminar dan workshop mengenai keamanan pasien di rumah sakit. Lewat kegiatan tersebut diharapkan rumah sakit yang selama ini secara sendiri-sendiri mengembangkan sistem keamanannya dapat berbagi pengalaman dengan yang lainnya sehingga bisa didapatkan praktik terbaik. Hasilnya, dapat dikembangkan menjadi standar minimal yang bisa diadopsi semua rumah sakit.