Hingga semalam, Kepolisian Sektor (Polsek) Pademangan yang menangani kasus ini masih menunggu kedatangan keluarga korban.
”Identitas korban tak ada sama sekali. Kami sangat berharap ada orang yang melapor kehilangan anggota keluarga, lalu bisa mengenali korban,” kata Kapolsek Pademangan Komisaris Wawan Setiawan.
Mayat wanita itu memakai kemeja dan celana kain berwarna gelap. Selain itu wanita yang berusia 25-30 tahun ini mengenakan jilbab warna hitam dari bahan kaus. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Di tubuhnya tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan.
”Mungkin sudah dua hari,” kata Wawan.
Sementara janin yang diperkirakan berusia tujuh bulan itu bertubuh lengkap tanpa cacat.
Kedua mayat itu ditemukan seorang petugas kebersihan pada pukul 07.00 WIB. Mayat mengapung di parit.
”Belum bisa dipastikan apakah mayat ini ditaruh di parit atau terpeleset atau yang lainnya,” kata Wawan.
Sementara itu, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Sofia Cakti mengatakan, ”Kami ikut berdukacita dengan kematian ibu ini. Namun, semuanya kami serahkan kepada polisi.”
Di tempat lain, Polsek Metro Matraman, Jakarta Timur, membekuk TM alias Mbah (25), tersangka pembunuh Erik Fernando (17). Tersangka mengakui perbuatannya kala ditangkap.
TM tiga kali menikam korban hingga tewas dengan belati panjang. Kapolsek Metro Matraman Suwanda memperlihatkan belati tersebut.
”Tikaman terdapat di lengan, dada, dan punggung kiri Erik. Korban lainnya, Julius (17), hanya sekali ditusuk, tetapi dua lubang karena belati tembus di tubuhnya,” kata Kepala Unit Reskrim Inspektur Satu Bambang.
TM menikam korban pada 18 Desember 2009 pukul 02.00 di depan toko roti Sintana di Jalan Matraman Raya, Palmeriam, Matraman. Tersangka mengaku salah sasaran membunuh dan menganiaya Erik dan Julius karena dia dalam pengaruh alkohol.
Awalnya, TM yang membonceng sepeda motor seorang kawannya bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai korban. TM lalu menusuk Erik dengan belati.