Transfer pemain

Persitara Akan Tambah Tiga Pemain Asing

Kompas.com - 05/02/2010, 04:53 WIB

Jakarta, Kompas - Persitara Jakarta Utara akan menambah tiga pemain asing untuk mendongkrak posisi klub pada putaran kedua Djarum Liga Super Indonesia. Saat ini Persitara berada di posisi ke-17 dengan mengantongi 15 poin.

Selain mencari pemain asing, Persitara juga mencari tiga pemain lokal untuk memperkuat skuadnya. Hal itu terjadi setelah manajemen mencoret delapan pemain pada akhir putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI). ”Kualitas pemain yang kami dapatkan harus di atas mereka yang dicoret,” ucap Manajer Persitara Hary Ruswanto di Jakarta, Kamis (4/2).

Saat ini pemain asing yang tinggal selangkah lagi bergabung dengan Persitara adalah Mark Redshaw, pengatur serangan asal Inggris, yang pernah bermain di Segunda Division (Divisi Dua) Liga Spanyol bersama Real Murcia.

Pihak manajemen berencana mengontrak pemain berusia 27 tahun tersebut setelah melihat penampilannya dalam seleksi.

Selain Mark, pemain asing yang diburu ditujukan untuk mengisi posisi kiper dan penyerang. Adapun pemain lokal yang berencana digaet adalah untuk bek kiri, bek kanan, dan gelandang bertahan.

”Untuk posisi bek kanan, kami baru saja mendapatkan Eko Prasetyo yang musim lalu membela Persijap Jepara,” ujar Hary, yang juga sedang mencari pelatih baru.

Amunisi baru

Sementara Persitara masih sibuk memburu pemain, klub lain telah memiliki amunisi baru untuk menghadapi putaran kedua LSI. Persisam Samarinda, misalnya, sudah kedatangan dua pemain baru, yaitu bek Persiba Balikpapan, Sonny Kurniawan, dan penyerang asal Korea Selatan, Choi Dong-soo, yang dulu bermain untuk klub Singapura Red Jubilee. ”Mulai awal minggu ini pemain tersebut sudah menjadi milik klub,” tutur Pelatih Persisam Aji Santoso.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengakui ada dua pemain baru yang telah bergabung dengan klubnya, antara lain bek asal Korea Selatan, Kim Jong-kyung, dan gelandang serang Kristian David Uron, yang pernah memperkuat Persiwa Wamena.

Sementara itu, setelah mendapatkan Firman Utina, Persija Jakarta tertarik untuk menggaet Ernest Jeremiah Chukwuma, penyerang asal Nigeria yang pernah bermain bersama Persipura. Namun, pemain yang kini berada di China itu masih terkena hukuman skorsing tiga tahun tidak boleh bermain di semua jenis kompetisi sepak bola di Indonesia.

Sanksi itu dijatuhkan pada 23 Juni 2009 oleh Komisi Disiplin PSSI menyusul tindakan Ernest menanduk wasit Purwanto ketika berlangsung final Copa Dji Sam Soe Persipura versus Sriwijaya FC. ”Klub yang akan menggunakannya tidak dapat mengajukan banding karena hukuman yang dijatuhkan sifatnya personal,” ucap Tigor Shalomboboy, Sekretaris PT Liga Indonesia.

Asisten Manajer Persija Ferry Indrasyarief mengakui, Ernest merupakan pemain berbakat yang dapat memberikan kontribusi besar bagi klub. Persija tertarik untuk menggaetnya jika Ernest sudah diizinkan untuk berlaga di Indonesia. ”Klub mana pun pasti ingin mendapatkannya,” kata Ferry.

Masa jendela transfer LSI putaran kedua berlangsung 1-28 Februari. Kebanyakan klub kini sibuk memburu pemain agar dapat diikutsertakan pada laga pertama putaran kedua 9 Februari.

(ILO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau