Jakarta, Kompas
Selain mencari pemain asing, Persitara juga mencari tiga pemain lokal untuk memperkuat skuadnya. Hal itu terjadi setelah manajemen mencoret delapan pemain pada akhir putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI). ”Kualitas pemain yang kami dapatkan harus di atas mereka yang dicoret,” ucap Manajer Persitara Hary Ruswanto di Jakarta, Kamis (4/2).
Saat ini pemain asing yang tinggal selangkah lagi bergabung dengan Persitara adalah Mark Redshaw, pengatur serangan asal Inggris, yang pernah bermain di Segunda Division (Divisi Dua) Liga Spanyol bersama Real Murcia.
Pihak manajemen berencana mengontrak pemain berusia 27 tahun tersebut setelah melihat penampilannya dalam seleksi.
Selain Mark, pemain asing yang diburu ditujukan untuk mengisi posisi kiper dan penyerang. Adapun pemain lokal yang berencana digaet adalah untuk bek kiri, bek kanan, dan gelandang bertahan.
”Untuk posisi bek kanan, kami baru saja mendapatkan Eko Prasetyo yang musim lalu membela Persijap Jepara,” ujar Hary, yang juga sedang mencari pelatih baru.
Sementara Persitara masih sibuk memburu pemain, klub lain telah memiliki amunisi baru untuk menghadapi putaran kedua LSI. Persisam Samarinda, misalnya, sudah kedatangan dua pemain baru, yaitu bek Persiba Balikpapan, Sonny Kurniawan, dan penyerang asal Korea Selatan, Choi Dong-soo, yang dulu bermain untuk klub Singapura Red Jubilee. ”Mulai awal minggu ini pemain tersebut sudah menjadi milik klub,” tutur Pelatih Persisam Aji Santoso.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengakui ada dua pemain baru yang telah bergabung dengan klubnya, antara lain bek asal Korea Selatan, Kim Jong-kyung, dan gelandang serang Kristian David Uron, yang pernah memperkuat Persiwa Wamena.
Sementara itu, setelah mendapatkan Firman Utina, Persija Jakarta tertarik untuk menggaet Ernest Jeremiah Chukwuma, penyerang asal Nigeria yang pernah bermain bersama Persipura. Namun, pemain yang kini berada di China itu masih terkena hukuman skorsing tiga tahun tidak boleh bermain di semua jenis kompetisi sepak bola di Indonesia.
Sanksi itu dijatuhkan pada 23 Juni 2009 oleh Komisi Disiplin PSSI menyusul tindakan Ernest menanduk wasit Purwanto ketika berlangsung final Copa Dji Sam Soe Persipura versus Sriwijaya FC. ”Klub yang akan menggunakannya tidak dapat mengajukan banding karena hukuman yang dijatuhkan sifatnya personal,” ucap Tigor Shalomboboy, Sekretaris PT Liga Indonesia.
Asisten Manajer Persija Ferry Indrasyarief mengakui, Ernest merupakan pemain berbakat yang dapat memberikan kontribusi besar bagi klub. Persija tertarik untuk menggaetnya jika Ernest sudah diizinkan untuk berlaga di Indonesia. ”Klub mana pun pasti ingin mendapatkannya,” kata Ferry.
Masa jendela transfer LSI putaran kedua berlangsung 1-28 Februari. Kebanyakan klub kini sibuk memburu pemain agar dapat diikutsertakan pada laga pertama putaran kedua 9 Februari.