Razia yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Serang, Banten, dimulai pukul 05.30 dan digelar di pintu Tol Serang Timur dan pintu tol lain di wilayah Kabupaten/Kota Serang. Tempat razia merupakan jalur masuk kendaraan-kendaraan dari arah Jakarta maupun Merak.
Sementara itu, mulai pukul 08.30 razia serupa juga digelar di Jalan Palima yang merupakan salah satu jalur masuk ke Kota Serang dari arah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Sejumlah kendaraan roda empat dan dua yang melintas dari dan ke Kota Serang dihentikan dan kemudian diperiksa petugas. ”Kendaraan yang kami periksa terutama adalah mobil boks dan juga kendaraan berpelat nomor luar Banten,” kata Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Serang Inspektur Satu Zaenudin.
Kendaraan roda dua maupun empat yang melewati lokasi razia kemudian diperiksa kelengkapan dokumennya. Khusus untuk kendaraan boks tertutup, pengemudi diminta membuka untuk kemudian diperiksa isinya.
Zaenudin menuturkan, razia kendaraan kemarin masih ada kaitan dengan upaya antisipasi aksi terorisme. Pemeriksaan kendaraan boks dilakukan untuk mencegah kemungkinan adanya pengangkutan barang berbahaya terkait terorisme, seperti bom.
”Upaya razia kami harap dapat mempersempit ruang gerak jaringan teroris,” katanya.
Ditanya sampai kapan razia kendaraan akan digelar, Zaenudin menjawab, menunggu perintah lebih lanjut dari atasan, yakni menyesuaikan dengan perkembangan.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi Didik Novi Rahmanto menuturkan, pemeriksaan kendaraan dan penumpang juga dilakukan di Pelabuhan penyeberangan Merak.
Pelabuhan penyeberangan Merak menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan pengawasan karena merupakan jalur yang dilewati arus penumpang dan barang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya.
”Selain pemeriksaan bagi calon penumpang kapal yang naik bus di TTM (Terminal Terpadu Merak), pemeriksaan kendaraan dan mobil-mobil pribadi juga dilakukan di pintu masuk pelabuhan,” kata Didik.
Selain petugas berseragam, ujar Didik, pengawasan terhadap para penumpang dan kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak dilakukan pula oleh petugas berpakaian preman.
Kemarin, Pertamina Depo Plumpang Jakarta Utara mendapat ancaman bom, tetapi setelah ditelusuri, kata Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Rudy Sufariadi, tidak ada bom di sana. Penjagaan depo Plumpang kini lebih diperketat.
Di tempat terpisah, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki pembuat blog berisi tata cara pembuatan bahan peledak yang dimuat akun xx191191.wordpress.com.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agus Sutisna, kemarin, mengatakan tengah menyelidiki pembuat akun tersebut. ”Di cek dan ditelusuri si pembuat blog,” katanya. Namun, berdasarkan beberapa penelusuran wartawan, artikel berjudul ”Tata Cara Perakitan” itu telah dihapus. Demikian pula isi artikel tentang cara-cara pembuatan bahan peledak itu.
Sementara itu, Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal (Pol) Edmon Ilyas dan Direktur Intelijen Keamanan Polda Lampung Komisaris Besar Suroso Hadi Siswoyo menduga Heru Riyanto (24) dan Sulaeman (25), yang ditangkap di Aceh beberapa waktu lalu, diduga kuat merupakan anggota kelompok Al Jemaah Al Islamiyah.
Menurut polisi, keduanya dikenal memiliki hubungan dekat dengan Budi Hutomo alias Abu Farouq, terpidana kasus pengeboman Hotel JW Marriott tahun 2003.
Sulaeman alias Sule adalah keponakan Abu Farouq. Ia pernah tinggal bersama Abu Farouq selama setahun. Sementara Heru pernah ikut bekerja kepada Farouq di tokonya di Wau Jepara, Lampung Timur. Abu Farouq adalah Ketua Wakalah (Cabang) Jemaah Islamiyah Lampung. ”Farouq dipidana 23 bulan dan sudah bebaskan 2005,” tutur Suroso.