Jangan sebut ini sepak bola, sebutlah Messi,” tulis harian Sport
Puji-pujian dan decak kagum penonton tertumpah ruah untuk Messi, dari sejak pertama kali menyobek gawang Arsenal hingga gol keempatnya, di perempat final Liga Champions Barcelona melawan Arsenal di Nou Camp, Rabu (7/4) dini hari WIB.
Fenomenal, luar biasa, genius, kata-kata itu terlontar sambung-menyambung, baik dari pemihak Barca maupun Arsenal. Ada yang menyebut Messi sebagai ”Musketeer” pemberani, pemain terbaik dunia, juga pemain terbaik di generasinya. Bahkan ada pula yang bilang Messi supranatural.
”Dia pemain cerdas, dia fantastis di game ini. Sebagai kiper, kita mencoba untuk mengantisipasi apa yang ia akan lakukan. Namun, ia bisa melakukan apa pun yang ia inginkan,” cetus penjaga gawang Arsenal, Manuel Almunia, seusai laga.
”Messi pemain fenomenal. Dari cara ia membaca pertandingan dan juga dari gerakannya,” sambung pemain Arsenal, Mikael Silvestre.
Apa kata Manajer Arsenal Arsene Wenger? ”Saya yakin, kami dikalahkan oleh tim yang lebih baik dari kami dan memiliki pemain terbaik di dunia. Sekali memegang bola, ia tidak mampu dibendung. Dia satu-satunya pemain yang bisa mengubah arah dengan langkahnya,” ujarnya.
Banyak orang menilai, Messi adalah tipe pemain yang pintar membaca permainan. Penampilannya makin sempurna karena disokong tim yang cocok.
”Ia memiliki kapasitas melakukan hal sulit tanpa takut, panik, atau tegang. Jika takut, kamu tidak akan menjadi terbaik di bidang apa pun. Leo bisa mengapung di atas lapangan. Kadang-kadang kamu merasa ia tidak berada di sana, bersembunyi. Namun, ia sebetulnya ada dan lawannya tahu bahwa ia ada,” tulis kolumnis Johan
Bagi Presiden Barcelona Joan Laporta, Messi adalah genius yang dahsyat di laga ini. ”Ia membabat semua peluangnya dengan gaya yang agung,” katanya.
Bahkan pencetak gol Arsenal, Nicklas Bendtner, berkomentar, ”Jika kalah, kamu pasti ingin kalah saat melawan penampilan seperti itu (Messi)”.
Lantas, apa kata Messi? Kali ini ia cukup banyak bicara saat ditanya wartawan. ”Saya sangat gembira. Sama ketika saya mencetak tiga gol di laga lain. Selalu menyenangkan bisa membikin gol, terutama di laga yang penting,” tuturnya.
Messi adalah pemain keenam yang mampu melesakkan empat gol pada Liga Champions. Sebelumnya ada Andrei Shevchenko, yang mencetak empat gol untuk AC Milan saat melawan Fenerbahce pada November 2005.
Menjadi bagian dari Barca sangat membanggakan bagi Messi. Itu karena ia dihargai di sana. ”Saya harus terus mengembangkan diri. Saya beruntung bisa satu grup dengan pemain yang sangat peduli kepada saya. Mereka bicara hal yang baik-baik tentang saya,” sambung Messi.
Belum lepas dari ingatan ketika bulan lalu Messi dua kali mencetak hattrick di tiga laga. Belum lupa kita ketika kolumnis Ramon Besa menulis di surat kabar El Pais, Spanyol, 18 Maret lalu. Messi bak musisi jazz. Ia mengimprovisasi lagu lama, lalu pemain band mengikutinya.