Profil

Siapa Mampu Membendung Seorang Lionel Messi?

Kompas.com - 08/04/2010, 04:35 WIB

Jangan sebut ini sepak bola, sebutlah Messi,” tulis harian Sport, Barcelona, melalui lamannya seusai penampilan sublim Lionel Messi.

Puji-pujian dan decak kagum penonton tertumpah ruah untuk Messi, dari sejak pertama kali menyobek gawang Arsenal hingga gol keempatnya, di perempat final Liga Champions Barcelona melawan Arsenal di Nou Camp, Rabu (7/4) dini hari WIB.

Fenomenal, luar biasa, genius, kata-kata itu terlontar sambung-menyambung, baik dari pemihak Barca maupun Arsenal. Ada yang menyebut Messi sebagai ”Musketeer” pemberani, pemain terbaik dunia, juga pemain terbaik di generasinya. Bahkan ada pula yang bilang Messi supranatural.

”Dia pemain cerdas, dia fantastis di game ini. Sebagai kiper, kita mencoba untuk mengantisipasi apa yang ia akan lakukan. Namun, ia bisa melakukan apa pun yang ia inginkan,” cetus penjaga gawang Arsenal, Manuel Almunia, seusai laga.

”Messi pemain fenomenal. Dari cara ia membaca pertandingan dan juga dari gerakannya,” sambung pemain Arsenal, Mikael Silvestre.

Apa kata Manajer Arsenal Arsene Wenger? ”Saya yakin, kami dikalahkan oleh tim yang lebih baik dari kami dan memiliki pemain terbaik di dunia. Sekali memegang bola, ia tidak mampu dibendung. Dia satu-satunya pemain yang bisa mengubah arah dengan langkahnya,” ujarnya.

Banyak orang menilai, Messi adalah tipe pemain yang pintar membaca permainan. Penampilannya makin sempurna karena disokong tim yang cocok.

”Ia memiliki kapasitas melakukan hal sulit tanpa takut, panik, atau tegang. Jika takut, kamu tidak akan menjadi terbaik di bidang apa pun. Leo bisa mengapung di atas lapangan. Kadang-kadang kamu merasa ia tidak berada di sana, bersembunyi. Namun, ia sebetulnya ada dan lawannya tahu bahwa ia ada,” tulis kolumnis Johan Cruyff di koran El Periodico.

Bagi Presiden Barcelona Joan Laporta, Messi adalah genius yang dahsyat di laga ini. ”Ia membabat semua peluangnya dengan gaya yang agung,” katanya.

Bahkan pencetak gol Arsenal, Nicklas Bendtner, berkomentar, ”Jika kalah, kamu pasti ingin kalah saat melawan penampilan seperti itu (Messi)”.

Beruntung

Lantas, apa kata Messi? Kali ini ia cukup banyak bicara saat ditanya wartawan. ”Saya sangat gembira. Sama ketika saya mencetak tiga gol di laga lain. Selalu menyenangkan bisa membikin gol, terutama di laga yang penting,” tuturnya.

Messi adalah pemain keenam yang mampu melesakkan empat gol pada Liga Champions. Sebelumnya ada Andrei Shevchenko, yang mencetak empat gol untuk AC Milan saat melawan Fenerbahce pada November 2005.

Menjadi bagian dari Barca sangat membanggakan bagi Messi. Itu karena ia dihargai di sana. ”Saya harus terus mengembangkan diri. Saya beruntung bisa satu grup dengan pemain yang sangat peduli kepada saya. Mereka bicara hal yang baik-baik tentang saya,” sambung Messi.

Belum lepas dari ingatan ketika bulan lalu Messi dua kali mencetak hattrick di tiga laga. Belum lupa kita ketika kolumnis Ramon Besa menulis di surat kabar El Pais, Spanyol, 18 Maret lalu. Messi bak musisi jazz. Ia mengimprovisasi lagu lama, lalu pemain band mengikutinya. (REUTERS/AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau