TABANAN, KOMPAS.com - Sedikitnya 36 warga Banjar Tohjiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, harus dilarikan ke RSUD Tabanan, Bali.
Satu dari dua warga yang dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar, akhirnya meninggal dengan dugaan kuat mengalami intoksinasi atau keracunan metanol setelah pesta arak.
Kepala Polres Tabanan AKBP AA Made Sudana yang dihubungi dari Denpasar, Minggu (23/5/2010), membenarkan hal itu.
"Positif satu warga meninggal setelah dilarikan ke RSUP Sanglah, Minggu dini hari sekitar pukul 00.00. Satu warga lainnya di rumah sakit yang sama masih kritis. Kami masih terus pantau kasus ini," kata Sudana.
Warga yang tewas adalah I Gede Nyoman Budiarta (25), sementara temannya yang dinyatakan kritis adalah I Wayan Sukarja (25). Keduanya mengalami gejala-gejala intoksinasi metanol, seperti pusing dan mata kabur.
Menurut Sudana, warga dari kalangan pemuda Banjar Tohjiwa menggelar kumpul-kumpul di salah satu rumah warga pada Jumat (21/5/2010) malam atau sehari sebelum perayaan Kuningan di Bali.
Malam sebelum hari raya itu biasa disebut sebagai penampahan Kuningan. Rupanya kumpul-kumpul itu diisi dengan minum-minuman keras oplosan. "Bahan utama berupa arak yang dibeli di salah satu warung desa setempat," kata Sudana.
Kepolisian Tabanan menyita beberapa barang bukti, berupa sisa arak oplosan yang diminum warga serta beberapa perkakas yang digunakan, antara lain gelas dan tempat minuman. Barang-barang itu tengah diperiksa di Labfor Cabang Denpasar.
Polisi secara simultan juga tengah menyelidiki tempat pembuatan arak itu. Berdasar keterangan saksi, arak itu saat akan dikonsumsi lebih dulu dioplos dengan beberapa cairan, seperti cairan vitamin dan minuman kesehatan.
Kepala Humas RSUD Tabanan, Made Suarjaya, menyatakan, para pemuda Tohjiwa itu datang secara bergelombang ke RSUD Tabanan hingga kemarin siang. Total jumlahnya 36 orang, termasuk dua yang dirujuk ke RSUP Sanglah karena kritis. Satu warga yang kritis itu akhirnya meninggal.
"Hingga Minggu malam ini masih ada satu warga yang dirawat di RS kami, atas nama Nyoman Astawa (23). Sisanya menjalani rawat jalan dengan opsi segera dilarikan ke RS apabila kondisi mereka memburuk. Status mereka terus diobservasi oleh pihak RS," kata Suarjaya.
Sudana mengaku sangat menyesalkan kejadian ini mengingat cukup seringnya terjadi kasus keracunan metanol yang berakibat pada kematian di Bali.
Sejak awal tahun ini ia mengaku sudah mengingatkan hal itu lewat bendesa adat di seluruh wilayah Tabanan. Catatan Kompas, sedikitnya terdapat dua kasus menonjol tentang keracunan metanol yang berujung pada kematian di Bali.
Yakni, tewasnya 12 warga Denpasar dan Badung pada Januari lalu setelah menggelar pesta minuman keras, serta dua warga Klungkung akibat hal serupa, Maret lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang