Dua gol tandukan bek Nemanja Vidic di menit ke-31 dan tendangan Nani, yang ”mencuri bola” kiper Heurelho Gomes, di menit ke-84 mengantarkan tim ”Setan Merah” ke peringkat ketiga klasemen dengan nilai 20, terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Chelsea. Manchester United (MU) kalah selisih gol dari peringkat kedua, Arsenal.
Gol kedua MU, yang dicetak Nani melalui proses unik, memicu polemik di antara kedua kubu. Gol itu diawali handsball Nani yang meminta hadiah penalti setelah terjatuh karena beradu badan dengan bek Younes Kaboul di kotak penalti.
Saat itu Nani menyentuh bola. Asisten wasit Simon Beck sempat melambaikan bendera, tetapi wasit Mark Clattenburg tidak meniup peluit dan membiarkan laga tetap berjalan. Gomes menyangka—karena Nani menyentuh bola— ia harus melakukan tendangan bebas. Ia meletakkan bola dan, karena peluit wasit tidak terdengar, dari belakang Nani mencuri bola dan menendangnya ke gawang Tottenham.
”Secara keseluruhan, itu lelucon,” kata Harry Redknapp, Pelatih Tottenham, ”Itu handsball. Ia (Nani) menyentuh bola dan mengibaskannya. Ia seharusnya diberi kartu kuning karena sengaja menyentuh bola. Wasit tidak melihatnya, tetapi hakim garis melihat dan itu sebabnya ia mengangkat bendera.”
Gol tersebut diprotes pemain Tottenham, tetapi wasit Clattenburg tetap mengesahkan gol Nani setelah berkonsultasi dengan hakim garis. Status permainan tetap hidup (play on) dikarenakan Tottenham dalam posisi menguasai bola (advantage) lewat Gomes.
Seusai laga, suporter Tottenham langsung melontarkan komplain lewat telepon ke radio. Apalagi, mereka belum lupa Clattenburg adalah wasit yang juga menganulir gol tembakan jarak jauh Pedro Mendes untuk Tottenham di Old Trafford, lima tahun silam.
Waktu itu tembakan Mendes telah satu meter melewati garis gawang sebelum ditepis keluar kiper MU,
Roy Carroll. Dengan kekalahan pada Sabtu lalu, Tottenham tidak pernah mampu menaklukkan MU dalam 26 kali pertemuan di Old Trafford sejak era Liga Primer.
Pelatih MU Sir Alex Ferguson menyebut hal itu akibat kesalahan mendasar kiper Gomes yang bermain tidak berpatokan pada peluit wasit. ”Anda bisa melihat wasit atau hakim garis dan menyalahkan mereka, tetapi dia seharusnya lebih pintar. Dia kiper berpengalaman,” katanya.
”Wasit meminta laga berjalan terus karena kiper telah menguasai bola. Namun, ia (Gomez) lalu mengambil tendangan bebas karena mengira itu pelanggaran. Ia membuat kesalahan,” katanya.
”Wasit tidak pernah meniup peluit,” ucap Darren Fletcher, gelandang MU. Pada laga tersebut, Tottenham membuat beberapa peluang, antara lain saat tendangan Rafael van der Vaart mengenai tiang. Tendangan keras Luka Modric menghunjam gawang MU, tetapi diblok kiper Edwin van der Sar.
Selasa besok, Tottenham bakal menantang Inter Milan di Liga Champions. Namun, mereka terancam tidak diperkuat Van der Vaart yang, menurut Redknapp, mengalami cedera hamstring.
Pada laga Minggu, Newcastle United menyikat Sunderland, 5-1 (3-0), di Stadion St James' Park, Newcastle. Striker Kevin Nolan mencetak hattrick berkat golnya di menit ke-26, 34, dan 75. Striker Shola Ameobi menambah dua gol, yakni melalui titik putih saat injury time menjelang turun minum dan menit ke-70.
Penalti diberikan setelah gelandang Newcastle, Jonas Gutierrez, diterjang hingga jatuh oleh Nedum Onuoha di kotak penalti. Saat tertinggal 0-3, Sunderland harus bermain dengan 10 pemain menyusul dikartumerahnya bek Titus Bramble karena melanggar Andy Carroll yang memiliki peluang mencetak gol.
Menit ke-70, Ameobi kembali menjebol gawang Sunderland, memanfaatkan bola pantulan dari mistar hasil sundulan Carroll. Di Menit-menit akhir, Sunderland mencetak gol balasan lewat Darren Bent. Kemenangan ini membuat tim asuhan Pelatih
Hingga pekan ke-10, keduanya mampu bercokol di paruh atas klasemen, menyingkirkan tim- tim sekelas Liverpool, Everton, dan Aston Villa. Aston Villa gagal memetik poin penuh setelah ditahan 0-0 saat menjamu Birmingham City di Stadion Villa Park.
West Brom bahkan bisa menembus ”Empat Besar” jika menang di markas Blackpool, Senin ini.