Blunder Gomes Beri Nani Gol

Kompas.com - 01/11/2010, 06:36 WIB

MANCHESTER, MINGGU - Apakah disebut improvisasi licik, kesalahan mendasar kiper, atau wasit tidak kompeten atas terciptanya gol Nani ketika MU memukul Tottenham Hotspur, 2-0, pada Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (30/10). Gol itu sah karena laga masih berjalan (play on) tanpa interupsi wasit.

Dua gol tandukan bek Nemanja Vidic di menit ke-31 dan tendangan Nani, yang ”mencuri bola” kiper Heurelho Gomes, di menit ke-84 mengantarkan tim ”Setan Merah” ke peringkat ketiga klasemen dengan nilai 20, terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Chelsea. Manchester United (MU) kalah selisih gol dari peringkat kedua, Arsenal.

Gol kedua MU, yang dicetak Nani melalui proses unik, memicu polemik di antara kedua kubu. Gol itu diawali handsball Nani yang meminta hadiah penalti setelah terjatuh karena beradu badan dengan bek Younes Kaboul di kotak penalti.

Saat itu Nani menyentuh bola. Asisten wasit Simon Beck sempat melambaikan bendera, tetapi wasit Mark Clattenburg tidak meniup peluit dan membiarkan laga tetap berjalan. Gomes menyangka—karena Nani menyentuh bola— ia harus melakukan tendangan bebas. Ia meletakkan bola dan, karena peluit wasit tidak terdengar, dari belakang Nani mencuri bola dan menendangnya ke gawang Tottenham.

”Secara keseluruhan, itu lelucon,” kata Harry Redknapp, Pelatih Tottenham, ”Itu handsball. Ia (Nani) menyentuh bola dan mengibaskannya. Ia seharusnya diberi kartu kuning karena sengaja menyentuh bola. Wasit tidak melihatnya, tetapi hakim garis melihat dan itu sebabnya ia mengangkat bendera.”

Gol tersebut diprotes pemain Tottenham, tetapi wasit Clattenburg tetap mengesahkan gol Nani setelah berkonsultasi dengan hakim garis. Status permainan tetap hidup (play on) dikarenakan Tottenham dalam posisi menguasai bola (advantage) lewat Gomes.

Seusai laga, suporter Tottenham langsung melontarkan komplain lewat telepon ke radio. Apalagi, mereka belum lupa Clattenburg adalah wasit yang juga menganulir gol tembakan jarak jauh Pedro Mendes untuk Tottenham di Old Trafford, lima tahun silam.

Waktu itu tembakan Mendes telah satu meter melewati garis gawang sebelum ditepis keluar kiper MU,

Roy Carroll. Dengan kekalahan pada Sabtu lalu, Tottenham tidak pernah mampu menaklukkan MU dalam 26 kali pertemuan di Old Trafford sejak era Liga Primer.

Kesalahan kiper

Pelatih MU Sir Alex Ferguson menyebut hal itu akibat kesalahan mendasar kiper Gomes yang bermain tidak berpatokan pada peluit wasit. ”Anda bisa melihat wasit atau hakim garis dan menyalahkan mereka, tetapi dia seharusnya lebih pintar. Dia kiper berpengalaman,” katanya.

”Wasit meminta laga berjalan terus karena kiper telah menguasai bola. Namun, ia (Gomez) lalu mengambil tendangan bebas karena mengira itu pelanggaran. Ia membuat kesalahan,” katanya.

”Wasit tidak pernah meniup peluit,” ucap Darren Fletcher, gelandang MU. Pada laga tersebut, Tottenham membuat beberapa peluang, antara lain saat tendangan Rafael van der Vaart mengenai tiang. Tendangan keras Luka Modric menghunjam gawang MU, tetapi diblok kiper Edwin van der Sar.

Selasa besok, Tottenham bakal menantang Inter Milan di Liga Champions. Namun, mereka terancam tidak diperkuat Van der Vaart yang, menurut Redknapp, mengalami cedera hamstring.

Newscatle melesat

Pada laga Minggu, Newcastle United menyikat Sunderland, 5-1 (3-0), di Stadion St James' Park, Newcastle. Striker Kevin Nolan mencetak hattrick berkat golnya di menit ke-26, 34, dan 75. Striker Shola Ameobi menambah dua gol, yakni melalui titik putih saat injury time menjelang turun minum dan menit ke-70.

Penalti diberikan setelah gelandang Newcastle, Jonas Gutierrez, diterjang hingga jatuh oleh Nedum Onuoha di kotak penalti. Saat tertinggal 0-3, Sunderland harus bermain dengan 10 pemain menyusul dikartumerahnya bek Titus Bramble karena melanggar Andy Carroll yang memiliki peluang mencetak gol.

Menit ke-70, Ameobi kembali menjebol gawang Sunderland, memanfaatkan bola pantulan dari mistar hasil sundulan Carroll. Di Menit-menit akhir, Sunderland mencetak gol balasan lewat Darren Bent. Kemenangan ini membuat tim asuhan Pelatih Chris Hughton itu melesat empat peringkat dan bertengger di urutan ketujuh dengan 14 poin dari 10 laga.Bersama West Bromwich Albion, Newcastle mencatat fenomena kejutan tim-tim promosi.

Hingga pekan ke-10, keduanya mampu bercokol di paruh atas klasemen, menyingkirkan tim- tim sekelas Liverpool, Everton, dan Aston Villa. Aston Villa gagal memetik poin penuh setelah ditahan 0-0 saat menjamu Birmingham City di Stadion Villa Park.

West Brom bahkan bisa menembus ”Empat Besar” jika menang di markas Blackpool, Senin ini. (AP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau