Real Madrid Sulit Juara Liga

Kompas.com - 01/02/2011, 04:42 WIB

MADRID, SENIN - Apakah Real Madrid masih punya cukup peluang melawan Barcelona berebut juara Liga Spanyol setelah kalah 0-1 di kandang Osasuna, Minggu (30/1) atau Senin dini hari WIB? Cristiano Ronaldo mengaku ”sulit”. Media Spanyol bahkan telah mencoret peluang juara itu dari Real Madrid.

Bertandang ke Stadion Reyno de Navarra, Real kebobolan gol Javier Camunas pada menit ke-62. Tak lama setelah kebobolan itu, Pelatih Real Jose Mourinho memasukkan Emmanuel Adebayor—striker pinjaman dari Manchester City—untuk mempertajam serangan timnya.

Namun, hingga peluit terakhir, skor tidak berubah dan hasil itu merupakan kekalahan kedua Real di ajang liga musim ini setelah kekalahan 0-5 di kandang Barcelona, akhir November lalu. Kekalahan terakhir ini jelas mengejutkan. Markas Osasuna, Stadion Reyno de Navarra, memang terkenal angker dan baru sekali tuan rumah kalah di kandang.

Kendati demikian, kekalahan skuad Mourinho tetap mengejutkan mengingat dalam sembilan laga sebelumnya, Osasuna tidak pernah menang. Kekalahan itu membuat Real sementara terkunci pada 51 poin dari 21 laga, atau terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen Barcelona.

”Situasi jauh lebih sulit terkait (persaingan) Barcelona,” kata Mourinho, yang direkrut dari Inter untuk mengganjal rival dari klub Catalan itu. ”Namun, sebentar lagi Rabu dan kami hanya akan memikirkan laga (hari Rabu) tersebut.”

Hari Rabu besok, Real akan menjamu Sevilla pada laga kedua semifinal Piala Raja dan tinggal membutuhkan seri untuk lolos ke final setelah menang 1-0 pada laga pertama, pekan lalu. ”Pemain saya bekerja keras dan saya tidak komplain. Kami kalah dari lawan yang tampil habis-habisan, yang punya waktu sepekan untuk mempersiapkan diri, yang tampil hingga batas terakhir kemampuan mereka,” ujar Mourinho.

Real kesulitan mengontrol Osasuna yang masih terancam masuk zona degradasi, antara lain karena tiadanya pengaruh Xabi Alonso di lini tengah. Alonso dibangkucadangkan karena flu dan baru diturunkan bersamaan masuknya Adebayor tak lama setelah Real kebobolan.

Nada pesimisme CR7

Meski baru melewatkan 21 laga dan masih ada 17 laga di sisa musim ini, nada-nada pesimisme mulai terdengar di Santiago Bernabeu. ”Sulit, tetapi kami harus berpikir positif,” kata Cristiano Ronaldo, pemain termahal dunia yang kerap dijuluki ”CR7” itu.

Direktur Umum Real Jorge Valdano dan Xabi Alonso mencoba berpikir positif. ”Hasil laga ini sulit, tetapi masih belum definitif,” ujar Jorge Valdano. ”Pada pertengahan musim seperti ini, tidak mungkin gelar juara telah berlalu bagi Real. Sudah terkenal kapasitas kami untuk terus berjuang dan tak menyerah pada situasi- situasi seperti ini.”

”Masih banyak poin yang bisa diraup. Kami harus terus berjuang,” kata Xabi Alonso.

Tekanan dari media Spanyol juga bertiup kencang, meragukan kemampuan pasukan Mourinho untuk menyaingi Barcelona, yang baru menyamai rekor Real pada era Alfredo di Stefano lewat kemenangan pada 15 partai liga secara beruntun.

”KO dari Liga”, begitu judul koran El Mundo Deportivo terkait berita kekalahan Real dari Osasuna. Media-media Spanyol pada Senin kemarin umumnya menulis soal menipisnya kans juara skuad Mourinho. Mereka menuding taktik Mourinho dan pacekliknya Ronaldo mencetak gol sebagai biang keladi.

”(Selisih) tujuh poin. Banyak masalah,” tulis AS. ”Madrid yang buruk gagal menghadapi upaya keras Osasuna yang konsisten. Harian Marca, yang disebut-sebut sering pro-Madrid, mengingatkan agar Real tinggal fokus menjuarai Piala Raja atau Liga Champions.

Menurut Marca, Real tak pernah mampu bangkit mengejar dan juara setelah tertinggal sejauh tujuh poin dari pesaingnya. Kesuksesan terbaik Real mengatasi ketertinggalan poin terjadi pada musim 2006-2007 saat mereka tertinggal lima poin.

”Liga kini sudah gampang bagi Barca, yang terus mendulang poin dengan sangat mudah,” tulis Alfredo Relano, komentator sepak bola Spanyol, di AS.

Villarreal mendekat

Dari laga lain, Villarreal kian mendekati Real dengan terpaut enam poin di urutan ketiga setelah memukul tuan rumah Espanyol, 1-0. Gol semata wayang tersebut dicetak oleh pemain asal Italia, Giuseppe Rossi, jelang turun minum.

Di Stadion Vicente Calderon, tuan rumah Atletico Madrid dipermalukan Athletic Bilbao, 0-2, berkat dua gol yang diborong Gaizka Toquero. Kekalahan di kandang itu semakin memperbesar tekanan bagi Pelatih Atletico Quique Sanchez Flores.

Atletico harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-39 setelah Luis Perea diusir karena melanggar striker Bilbao, Fernando Llorente, di kotak penalti. Llorente gagal mengeksekusi penalti karena tendangannya melebar.

Kekalahan itu membuat sulit posisi Sanchez Flores. Atletico telah tersingkir dari Piala Raja dan kompetisi Eropa. Mereka kini berada di peringkat ketujuh klasemen Liga Spanyol, 10 poin di bawah zona Liga Champions. Bilbao di urutan keenam.

(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau