Bertandang ke Stadion Reyno de Navarra, Real kebobolan gol Javier Camunas pada menit ke-62. Tak lama setelah kebobolan itu, Pelatih Real Jose Mourinho memasukkan Emmanuel Adebayor—striker pinjaman dari Manchester City—untuk mempertajam serangan timnya.
Namun, hingga peluit terakhir, skor tidak berubah dan hasil itu merupakan kekalahan kedua
Kendati demikian, kekalahan skuad Mourinho tetap mengejutkan mengingat dalam sembilan laga sebelumnya, Osasuna tidak pernah menang. Kekalahan itu membuat Real sementara terkunci pada 51 poin dari 21 laga, atau terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
”Situasi jauh lebih sulit terkait (persaingan) Barcelona,” kata Mourinho, yang direkrut dari Inter untuk mengganjal rival dari klub Catalan itu. ”Namun, sebentar lagi Rabu dan kami hanya akan memikirkan laga (hari Rabu) tersebut.”
Hari Rabu besok, Real akan menjamu Sevilla pada laga kedua semifinal Piala Raja dan tinggal membutuhkan seri untuk lolos ke final setelah menang 1-0 pada laga pertama, pekan lalu. ”Pemain saya bekerja keras dan saya tidak komplain. Kami kalah dari lawan yang tampil habis-habisan, yang punya waktu sepekan untuk mempersiapkan diri, yang tampil hingga batas terakhir kemampuan mereka,” ujar Mourinho.
Real kesulitan mengontrol Osasuna yang masih terancam masuk zona degradasi, antara
Meski baru melewatkan 21 laga dan masih ada 17 laga di sisa musim ini, nada-nada pesimisme mulai terdengar di Santiago Bernabeu. ”Sulit, tetapi kami harus berpikir positif,” kata Cristiano Ronaldo, pemain termahal dunia yang kerap dijuluki ”CR7” itu.
Direktur Umum Real Jorge Valdano dan Xabi Alonso mencoba berpikir positif. ”Hasil laga ini sulit, tetapi masih belum definitif,” ujar Jorge Valdano. ”Pada pertengahan musim seperti ini, tidak mungkin gelar juara telah berlalu bagi Real. Sudah terkenal kapasitas kami untuk terus berjuang dan tak menyerah pada situasi- situasi seperti ini.”
”Masih banyak
Tekanan dari media Spanyol juga bertiup kencang, meragukan kemampuan pasukan Mourinho untuk menyaingi Barcelona, yang baru menyamai
”KO dari Liga”, begitu judul koran El Mundo Deportivo terkait berita kekalahan Real dari Osasuna. Media-media Spanyol pada Senin kemarin umumnya menulis soal menipisnya kans juara skuad Mourinho. Mereka menuding taktik Mourinho dan pacekliknya Ronaldo mencetak gol sebagai biang keladi.
”(Selisih) tujuh poin. Banyak masalah,” tulis AS. ”Madrid yang buruk gagal menghadapi upaya keras Osasuna yang konsisten. Harian Marca, yang disebut-sebut sering pro-Madrid, mengingatkan agar Real tinggal fokus menjuarai Piala Raja atau Liga Champions.
Menurut Marca, Real tak pernah mampu bangkit mengejar dan juara setelah tertinggal sejauh tujuh poin dari pesaingnya. Kesuksesan terbaik Real mengatasi ketertinggalan poin terjadi pada musim 2006-2007 saat mereka tertinggal lima poin.
”Liga kini sudah gampang bagi Barca, yang terus mendulang
Dari laga lain, Villarreal kian mendekati Real dengan terpaut enam poin di urutan ketiga setelah memukul tuan rumah Espanyol, 1-0. Gol semata wayang tersebut dicetak oleh pemain asal Italia, Giuseppe Rossi, jelang turun minum.
Di Stadion Vicente Calderon, tuan rumah Atletico Madrid dipermalukan Athletic Bilbao, 0-2, berkat dua gol yang diborong Gaizka Toquero. Kekalahan di kandang itu semakin memperbesar tekanan bagi Pelatih Atletico Quique Sanchez Flores.
Atletico harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-39 setelah Luis Perea diusir karena melanggar striker Bilbao, Fernando Llorente, di kotak penalti. Llorente gagal mengeksekusi
Kekalahan itu membuat sulit posisi Sanchez Flores. Atletico telah tersingkir dari Piala Raja dan kompetisi Eropa. Mereka kini berada di peringkat ketujuh klasemen Liga Spanyol, 10 poin di bawah zona Liga Champions. Bilbao di urutan keenam.