Mesir

Dialog Buntu, Oposisi Tetap Meminta Mubarak Segera Mundur

Kompas.com - 08/02/2011, 03:23 WIB

Mustaha Abd Rahman

Kairo, Kompas - Kondisi politik di Mesir masih belum menentu. Dialog antara Wakil Presiden Omar Suleiman sebagai wakil pemerintah dan kubu oposisi hari Sabtu dan Minggu (5-6/2) masih mengalami jalan buntu. Dialog dimulai lagi hari Senin.

Kubu oposisi bersikeras Mubarak harus mundur. Suleiman juga bersikeras Mubarak harus bertahan hingga akhir jabatannya pada September tahun ini.

Wapres Mesir itu menekankan, Presiden Mubarak tak akan lari seperti mantan Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali. ”Militer dan rakyat akan memberi jalan bagi berakhirnya era Mubarak secara terhormat,” kata Suleiman.

Ikut serta dalam dialog itu, antara lain, perwakilan dari Ikhwanul Muslimin, organisasi politik tertua yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang pada tahun 1954.

Gamal tak akan maju

Meski demikian, Suleiman mengklaim mencapai kesepakatan dengan kubu oposisi terhadap beberapa hal, yaitu Mubarak dan putranya, Gamal Mubarak, tidak mencalonkan dalam pemilu presiden pada bulan September ini.

Kesepakatan lain adalah agar pemerintah melakukan peralihan kekuasaan secara damai serta mengamandemen konstitusi Nomor 76 dan Nomor 77. Kesepakatan lain adalah melaksanakan keputusan mahkamah banding yang memutuskan tidak sahnya sejumlah anggota parlemen terpilih pada pemilu legislatif bulan November 2010.

Kedua kubu juga menyepakati penangkapan terhadap para pejabat yang terlibat korupsi dan menyelidiki anarkisme sejak 25 Januari lalu.

Disepakati pula pembentukan komite beranggotakan pakar hukum dan tokoh publik yang bertugas mengajukan usulan atas amandemen konstitusi. Tugas komite itu berakhir awal Maret nanti. Kedua kubu juga bersepakat untuk menjamin kebebasan pers di Mesir.

Kubu pemerintah dan oposisi belum menjelaskan mekanisme implementasi terhadap semua kesepakatan itu.

Perwakilan Ikhwanul Muslimin dalam dialog itu, Muhammad Mursi, mengatakan, apa yang disepakati dalam dialog tersebut belum mencukupi. Ia menegaskan, Ikhwanul Muslimin tetap menuntut rezim Mubarak harus tumbang.

Salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin, Essam al-Erian, menyatakan, Mubarak harus meninggalkan sikap keras kepala dan mundur akhir pekan ini, bukan bulan September nanti.

Wakil Partai Nasseris dalam dialog itu, Sameh Ashour, seperti dikutip harian Al Hayat, juga menyatakan, Partai Nasseris tak akan ikut lagi dalam perundingan sebelum Mubarak mundur.

Ketua Partai Al Ghad, Ayman Nour, menegaskan, partainya menolak berdialog dengan Suleiman sebelum Mubarak mundur. Ia menyatakan tetap mendukung tuntutan pengunjuk rasa di Alun-alun Tahrir bahwa mereka tidak akan meninggalkan alun-alun itu sebelum Mubarak mundur.

”Saya tidak percaya dengan rezim Mubarak dan saya khawatir ada konspirasi untuk menggagalkan revolusi,” ujar Ayman Nour.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau