Kairo, Kompas -
Kubu oposisi bersikeras Mubarak harus mundur. Suleiman juga bersikeras Mubarak harus bertahan hingga akhir jabatannya pada September tahun ini.
Wapres Mesir itu menekankan, Presiden Mubarak tak akan lari seperti mantan Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali. ”Militer dan rakyat akan memberi jalan bagi berakhirnya era Mubarak secara terhormat,” kata Suleiman.
Ikut serta dalam dialog itu, antara lain, perwakilan dari Ikhwanul Muslimin, organisasi politik tertua yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang pada tahun 1954.
Meski demikian, Suleiman mengklaim mencapai kesepakatan dengan kubu oposisi terhadap beberapa hal, yaitu Mubarak dan putranya, Gamal Mubarak, tidak mencalonkan dalam pemilu presiden pada bulan September ini.
Kesepakatan lain adalah agar pemerintah melakukan peralihan kekuasaan secara damai serta mengamandemen konstitusi Nomor 76 dan Nomor 77. Kesepakatan lain adalah melaksanakan keputusan mahkamah banding yang memutuskan tidak sahnya sejumlah anggota parlemen terpilih pada pemilu legislatif bulan November 2010.
Kedua kubu juga menyepakati penangkapan terhadap para pejabat yang terlibat korupsi dan menyelidiki anarkisme sejak 25 Januari lalu.
Disepakati pula pembentukan komite beranggotakan pakar hukum dan tokoh publik yang bertugas mengajukan usulan atas amandemen konstitusi. Tugas komite itu berakhir awal Maret nanti. Kedua kubu juga bersepakat untuk menjamin kebebasan pers di Mesir.
Kubu pemerintah dan oposisi belum menjelaskan mekanisme implementasi terhadap semua kesepakatan itu.
Perwakilan Ikhwanul Muslimin dalam dialog itu, Muhammad Mursi, mengatakan, apa yang disepakati dalam dialog tersebut belum mencukupi. Ia menegaskan, Ikhwanul Muslimin tetap menuntut rezim Mubarak harus tumbang.
Salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin, Essam al-Erian, menyatakan, Mubarak harus meninggalkan sikap keras kepala dan mundur akhir pekan ini, bukan bulan September nanti.
Wakil Partai Nasseris dalam dialog itu, Sameh Ashour, seperti dikutip harian Al Hayat, juga menyatakan, Partai Nasseris tak akan ikut lagi dalam perundingan sebelum Mubarak mundur.
Ketua Partai Al Ghad, Ayman Nour, menegaskan, partainya menolak berdialog dengan Suleiman sebelum Mubarak mundur. Ia menyatakan tetap mendukung tuntutan pengunjuk rasa di Alun-alun Tahrir bahwa mereka tidak akan meninggalkan alun-alun itu sebelum Mubarak mundur.
”Saya tidak percaya dengan rezim Mubarak dan saya khawatir ada konspirasi untuk menggagalkan revolusi,” ujar Ayman Nour.