Dana Tujuh "Venue" Siap Cair

Kompas.com - 01/03/2011, 03:10 WIB

Jakarta, kompas - Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan dana pembangunan tujuh venue untuk keperluan SEA Games XXVI/2011 yang belum cair akan cair dalam pekan ini. Verifikasi terakhir atas proposal ketujuh venue tersebut sedang diselesaikan tim SEA Games dari Kemenpora.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wafid Muharam, Senin (28/2), seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR mengatakan, dari total kebutuhan anggaran yang diperlukan panitia daerah Sumatera Selatan sebagai penyelenggara pesta olahraga dua tahunan tersebut, Kemenpora mendapat permintaan tambahan anggaran Rp 125 miliar.

Dana sebesar itu terbagi untuk pendanaan pembangunan tujuh venue sebesar Rp 50 miliar dan kolam renang Rp 75 miliar. ”Saat ini dana untuk tujuh venue itu sudah siap cair. Tim verifikasi Kemenpora tengah menyelesaikan verifikasi akhir dari proposal ketujuh venue itu,” ujar Wafid.

Wafid memastikan, dalam pekan ini dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tujuh venue itu akan segera cair.

Seperti diberitakan Kompas, Sabtu (26/2), tujuh venue yang diperlukan sebagai arena pertandingan tujuh cabang olahraga pada ajang kejuaraan negara se-Asia Tenggara di Palembang, Sumsel, itu belum kunjung mendapat pendanaan. Tujuh venue itu di antaranya venue panjat tebing, ski air, skate roller, tenis, dan sofbol.

Panitia daerah Sumsel pun sudah berkali-kali meminta dana pembangunan tujuh venue itu kepada Kemenpora, tetapi belum mendapat kepastian. Akibatnya, tujuh venue itu sampai saat ini belum juga bisa dibangun.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng mengatakan, tujuh venue yang belum juga mendapat pencairan pendanaan itu adalah venue yang kecil-kecil saja. ”Dalam sebulan dua bulan juga venue itu bisa selesai pembangunannya,” ujar Andi.

Anggota Komisi X DPR, Utut Adianto, mengatakan, Komisi X belum mendengar masalah tertundanya pencairan dana pembangunan tujuh venue itu. ”Kami belum mendengar masalah itu. Kami akan segera meminta konfirmasi dari Sesmenpora terkait pendanaan itu,” ujar Utut.

Sementara itu, seusai pertemuan Dewan dan Komite Eksekutif Federasi SEA Games di Bali, 25 Februari 2011, panitia penyelenggara SEA Games, selain menyiapkan venue, juga menyiapkan diri untuk menerima entry by number dari negara-negara peserta.

Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo mengatakan, entry by number akan diselenggarakan pada Juli 2011. Setelah itu dilanjutkan dengan pertemuan chef de mission (CdM) atau pertemuan ketua kontingen. Pertemuan CdM juga akan diikuti dengan kunjungan ke beberapa venue yang akan dipakai sebagai arena pertandingan SEA Games.

Masalah transportasi

Menpora Andi A Mallarangeng mengatakan, masalah pengangkutan material untuk pembangunan venue SEA Games di Palembang, Sumsel, melalui Pelabuhan Merak sudah diselesaikan. ”Sudah ada kesepakatan dengan Menteri Perhubungan, truk-truk yang membawa material untuk venue SEA Games nanti akan mendapat prioritas,” kata Andi.

Akibat kemacetan panjang di Pelabuhan Merak, pembangunan venue SEA Games bisa jadi akan terhambat. (HLN/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau