Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wafid Muharam, Senin (28/2), seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR mengatakan, dari total kebutuhan anggaran yang diperlukan panitia daerah Sumatera Selatan sebagai penyelenggara pesta olahraga dua tahunan tersebut, Kemenpora mendapat permintaan tambahan anggaran Rp 125 miliar.
Dana sebesar itu terbagi untuk pendanaan pembangunan tujuh venue sebesar Rp 50 miliar dan kolam renang Rp 75 miliar. ”Saat ini dana untuk tujuh venue itu sudah siap cair. Tim verifikasi Kemenpora tengah menyelesaikan verifikasi akhir dari proposal ketujuh venue itu,” ujar Wafid.
Wafid memastikan, dalam pekan ini dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tujuh venue itu akan segera cair.
Seperti diberitakan Kompas, Sabtu (26/2), tujuh venue yang diperlukan sebagai arena pertandingan tujuh cabang olahraga pada ajang kejuaraan negara se-Asia Tenggara di Palembang, Sumsel, itu belum kunjung mendapat pendanaan. Tujuh venue itu di antaranya venue panjat tebing, ski air, skate roller, tenis, dan sofbol.
Panitia daerah Sumsel pun sudah berkali-kali meminta dana pembangunan tujuh venue itu kepada Kemenpora, tetapi belum mendapat kepastian. Akibatnya, tujuh venue itu sampai saat ini belum juga bisa dibangun.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng mengatakan, tujuh venue yang belum juga mendapat pencairan pendanaan itu adalah venue yang kecil-kecil saja. ”Dalam sebulan dua bulan juga venue itu bisa selesai pembangunannya,” ujar Andi.
Anggota Komisi X DPR, Utut Adianto, mengatakan, Komisi X belum mendengar masalah tertundanya pencairan dana pembangunan tujuh venue itu. ”Kami belum mendengar masalah itu. Kami akan segera meminta konfirmasi dari Sesmenpora terkait pendanaan itu,” ujar Utut.
Sementara itu, seusai pertemuan Dewan dan Komite Eksekutif Federasi SEA Games di Bali, 25 Februari 2011, panitia penyelenggara SEA Games, selain menyiapkan venue, juga menyiapkan diri untuk menerima entry by number dari negara-negara peserta.
Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo mengatakan, entry by number akan diselenggarakan pada Juli 2011. Setelah itu dilanjutkan dengan pertemuan chef de mission (CdM) atau pertemuan ketua kontingen. Pertemuan CdM juga akan diikuti dengan kunjungan ke beberapa venue yang akan dipakai sebagai arena pertandingan SEA Games.
Menpora Andi A Mallarangeng mengatakan, masalah pengangkutan material untuk pembangunan venue SEA Games di Palembang, Sumsel, melalui Pelabuhan Merak sudah diselesaikan. ”Sudah ada kesepakatan dengan Menteri Perhubungan, truk-truk yang membawa material untuk venue SEA Games nanti akan mendapat prioritas,” kata Andi.
Akibat kemacetan panjang di Pelabuhan Merak, pembangunan venue SEA Games bisa jadi akan terhambat.