Mladic Segera Dikirim ke Den Haag

Kompas.com - 30/05/2011, 05:57 WIB

Beograd, Minggu - Pemerintah Serbia bersiap menghadapi demonstrasi pasca-penangkapan tersangka penjahat perang Serbia Bosnia, Ratko Mladic, Minggu (29/5). Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran merebaknya kekerasan jalanan oleh kelompok ultranasionalis pendukung Mladic.

Mladic (69) kemungkinan besar akan diterbangkan ke Den Haag, Belanda, dalam dua hari ke depan untuk dihadapkan pada Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY). Di sana dia akan menghadapi dakwaan kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

”Dia mungkin akan datang hari Senin atau Selasa. Berdasarkan hukum internasional, Mladic akan dihadapkan ke seorang hakim segera,” kata Mehmet Guney, pejabat ketua ICTY, seperti dikutip kantor berita Turki, Anatolia, Minggu (29/5).

Mladic disebut sebagai dalang pembantaian Srebrenica dan kekejian lain selama Perang Bosnia tahun 1992-1995. Meski dianggap sebagai penjahat perang dan menjadi buron internasional selama 16 tahun, Mladic dianggap pahlawan oleh pendukungnya. Karena itu, dari sel penjara dia mengimbau ketenangan menjelang demonstrasi pada Minggu.

”Dia mengimbau rakyat untuk tenang, jangan ada pertumpahan darah. Dia tidak ingin menjadi penyebab kerusuhan. Semua harus damai,” kata Milos Saljic, pengacara Mladic.

Saljic mengatakan, kondisi kejiwaan Mladic ”mengkhawatirkan” dan dia seharusnya tidak diekstradisi ke mahkamah kejahatan perang PBB.

”Saya bisa mengatakan kepada Anda bahwa kondisi kesehatannya hari ini jauh lebih buruk daripada kemarin. Kondisinya memburuk secara psikologis,” kata Saljic.

Istri Mladic, Bosilijka Mladic, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu, mengatakan, Mladic telah mengalami tiga kali stroke dan tidak bisa merasakan sisi kanan tubuhnya.

”Dia bilang dia meminum obat, tetapi saya rasa perawatan medis demikian tidak mencukupi. Dia mengatakan kepada saya dan putra kami bahwa dia mengalami sebuah serangan stroke parah tahun 2008 dan itu adalah yang ketiga kalinya. Sejak itu dia tidak mempunyai rasa pada sisi kanan tubuhnya,” kata Bosilijka Mladic kepada harian Vecernje Novosti.

Bosilijka, yang bersama putra mereka, Darko, telah bertemu dengan Mladic sejak penangkapannya, juga mengatakan, Mladic meminta maaf kepada keluarganya. ”Dia meminta maaf kepada kami atas semua yang telah kami alami karena dia. Dia meminta maaf beberapa kali,” katanya.

Partai Radikal

Pihak berwenang Serbia meningkatkan keamanan sebelum demonstrasi yang diimbau oleh Partai Radikal (SRS) yang ultranasionalis dari pukul 19.00 (pukul 24.00 WIB). Namun, mereka telah menjanjikan demonstrasi itu tetap diizinkan.

”Polisi tidak akan menggunakan kekerasan sebelumnya ... hanya kalau ada pelanggaran keamanan dan ketertiban publik yang drastis,” kata Menteri Dalam Negeri Ivica Dacic.

”Langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, termasuk di sekitar gedung-gedung negara dan kedutaan besar negara lain. ”Kami mengambil semua langkah untuk mencegah peningkatan kekerasan oleh kelompok-kelompok ekstremis,” katanya.

Pemerintah belajar dari penangkapan pemimpin politik Serbia Bosnia semasa perang, Radovan Karadzic, Juli 2008. Saat itu unjuk rasa ribuan kaum ultranasionalis berujung dengan kekerasan di Beograd, menyebabkan seorang tewas.

Anggota parlemen dari SRS, Vjerica Radeta, mengatakan, demonstrasi pada Minggu akan berlangsung damai. Aksi protes lain yang diorganisasi oleh persatuan mantan tentara Serbia Bosnia akan dimulai tengah hari di desa Kalinovik, Bosnia, tempat kelahiran Mladic.

Mladic, yang masih dianggap sebagai pahlawan oleh banyak orang di Serbia, ditangkap pada Kamis, dan keesokan harinya dinyatakan cukup sehat untuk dipindahkan ke pengadilan PBB.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan itu, Senin ini. Kalau banding itu ditolak, Mladic bisa segera dipindahkan ke Den Haag.

(AFP/AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau