Mladic (69) kemungkinan besar akan diterbangkan ke Den Haag, Belanda, dalam dua hari ke depan untuk dihadapkan pada Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY). Di sana dia akan menghadapi dakwaan kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
”Dia mungkin akan datang hari Senin atau Selasa. Berdasarkan hukum internasional, Mladic akan dihadapkan ke seorang hakim segera,” kata Mehmet Guney, pejabat ketua ICTY, seperti dikutip kantor berita Turki, Anatolia, Minggu (29/5).
Mladic disebut sebagai dalang pembantaian Srebrenica dan kekejian lain selama Perang Bosnia tahun 1992-1995. Meski dianggap sebagai penjahat perang dan menjadi buron internasional selama 16 tahun, Mladic dianggap pahlawan oleh pendukungnya. Karena itu, dari sel penjara dia mengimbau ketenangan menjelang demonstrasi pada Minggu.
”Dia mengimbau rakyat untuk tenang, jangan ada pertumpahan darah. Dia tidak ingin menjadi penyebab kerusuhan. Semua harus damai,” kata Milos Saljic, pengacara Mladic.
Saljic mengatakan, kondisi kejiwaan Mladic ”mengkhawatirkan” dan dia seharusnya tidak diekstradisi ke mahkamah kejahatan perang PBB.
”Saya bisa mengatakan kepada Anda bahwa kondisi kesehatannya hari ini jauh lebih buruk daripada kemarin. Kondisinya memburuk secara psikologis,” kata Saljic.
Istri Mladic, Bosilijka Mladic, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu, mengatakan, Mladic telah mengalami tiga kali stroke dan tidak bisa merasakan sisi kanan tubuhnya.
”Dia bilang dia meminum obat, tetapi saya rasa perawatan medis demikian tidak mencukupi. Dia mengatakan kepada saya dan putra kami bahwa dia mengalami sebuah serangan stroke parah tahun 2008 dan itu adalah yang ketiga kalinya. Sejak itu dia tidak mempunyai rasa pada sisi kanan tubuhnya,” kata Bosilijka Mladic kepada harian Vecernje Novosti.
Bosilijka, yang bersama putra mereka, Darko, telah bertemu dengan Mladic sejak penangkapannya, juga mengatakan, Mladic meminta maaf kepada keluarganya. ”Dia meminta maaf kepada kami atas semua yang telah kami alami karena dia. Dia meminta maaf beberapa kali,” katanya.
Pihak berwenang Serbia meningkatkan keamanan sebelum demonstrasi yang diimbau oleh Partai Radikal (SRS) yang ultranasionalis dari pukul 19.00 (pukul 24.00 WIB). Namun, mereka telah menjanjikan demonstrasi itu tetap diizinkan.
”Polisi tidak akan menggunakan kekerasan sebelumnya ... hanya kalau ada pelanggaran keamanan dan ketertiban publik yang drastis,” kata Menteri Dalam Negeri Ivica Dacic.
”Langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, termasuk di sekitar gedung-gedung negara dan kedutaan besar negara lain. ”Kami mengambil semua langkah untuk mencegah peningkatan kekerasan oleh kelompok-kelompok ekstremis,” katanya.
Pemerintah belajar dari penangkapan pemimpin politik Serbia Bosnia semasa perang, Radovan Karadzic, Juli 2008. Saat itu unjuk rasa ribuan kaum ultranasionalis berujung dengan kekerasan di Beograd, menyebabkan seorang tewas.
Anggota parlemen dari SRS, Vjerica Radeta, mengatakan, demonstrasi pada Minggu akan berlangsung damai. Aksi protes lain yang diorganisasi oleh persatuan mantan tentara Serbia Bosnia akan dimulai tengah hari di desa Kalinovik, Bosnia, tempat kelahiran Mladic.
Mladic, yang masih dianggap sebagai pahlawan oleh banyak orang di Serbia, ditangkap pada Kamis, dan keesokan harinya dinyatakan cukup sehat untuk dipindahkan ke pengadilan PBB.
Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan itu, Senin ini. Kalau banding itu ditolak, Mladic bisa segera dipindahkan ke Den Haag.