Jakarta, Kompas -
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, dalam peluncuran acara tersebut, Selasa (7/6), mengatakan, Sail Wakatobi Belitong (SWB) akan dimeriahkan dengan serangkaian acara, antara lain pernikahan massal di bawah laut di Sulawesi Tenggara, reli kapal layar (yacht rally), yacht race, seminar nasional dan internasional, layanan kesehatan massal dan gratis, serta pameran produk perikanan.
Agung yang juga Ketua Panitia Pelaksana SWB mengemukakan, kementerian-kementerian yang terkait akan menggulirkan anggaran di dua provinsi yang terlibat untuk mempersiapkan sarana, di antaranya perbaikan jalan dan pelabuhan. Pemerintah daerah berkontribusi menyiapkan acara dan kegiatan.
Agung mengemukakan, total anggaran yang disiapkan dari persiapan sampai penyelenggaraan SWB masih dihitung.
Sebagai perbandingan, pada penyelenggaraan Sail Banda tahun 2010, anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan hampir Rp 20 miliar. Anggaran untuk perbaikan dan penyediaan sarana dan infrastruktur mencapai lebih dari Rp 300 miliar.
Puncak SWB direncanakan digelar di dua tempat, yaitu Pantai Sombu, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 23-29 Agustus 2011, dan Pantai Tanjung Kelayang, Provinsi Bangka Belitung, 5-12 Oktober 2011.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengemukakan, kegiatan SWB
Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengemukakan, kegiatan bahari (sail) sebenarnya bagus untuk akselerasi infrastruktur daerah. Penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan trik untuk memaksa pemerataan pembangunan. Ini karena pembangunan infrastruktur di Indonesia kerap hanya dilakukan berdasarkan momentum, bukan berdasarkan desain.
Namun, ia menyarankan, kegiatan tersebut seharusnya diikuti dengan desain pengembangan wilayah yang komprehensif sehingga membawa dampak bagi langkah awal akselerasi pembangunan.
”Sail Wakatobi Belitong jangan sekadar romantisasi sejarah bahari, tetapi hendaknya juga berimbas konkret pada kemakmuran masyarakat,” ujar Arif.
Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengemukakan, perhelatan bahari ini diharapkan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Wakatobi yang selama ini tertinggal karena dikepung lautan.
Kegiatan lanjutan diarahkan tidak hanya terkait pariwisata laut, tetapi juga pengembangan dan pengolahan potensi kelautan, termasuk rumput laut, budidaya perikanan, dan pengembangan investasi yang mengembangkan ekonomi wilayah.
Gubernur Provinsi Bangka Belitung Eko Maulana Ali mengemukakan, pihaknya siap menggulirkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk pelaksanaan di Belitong.