Jakarta, Kompas -
Di partai puncak, Tontowi/Liliyana akan menghadapi pemain Taiwan, Chen Hun Ling/Cheng Wen Hsing. Peluang Tontowi/Liliyana menjadi juara cukup terbuka lebar.
Dari rekor pertemuan dalam tiga perjumpaan, mereka selalu sukses mengalahkan pasangan Taiwan tersebut. Terakhir mereka mengalahkan Chen/Cheng di turnamen Super Series Hongkong Terbuka tahun 2010.
Selain rekor pertemuan, pasangan Indonesia ini juga punya modal kepercayaan diri yang bagus. Mereka belum kehilangan satu gim pun sampai babak final.
Pada laga semifinal kemarin, Tontowi/Liliyana bermain cukup memukau dengan mengalahkan unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Pada gim pertama mereka sempat tertinggal 6-15 dan 15-20, sebelum mengejar dan berbalik menang 23-21. Kemenangan di gim pertama semakin menambah kepercayaan diri mereka di gim kedua. Tontowi/Liliyana konsisten mengontrol permainan dan memenangkan pertandingan 21-16.
Kemenangan ini sekaligus memperkecil rekor kekalahan mereka menjadi 1-2. ”Kami bermain tanpa beban. Gim pertama kami sempat kehilangan konsentrasi sebelum kembali bermain lebih cermat dan konsisten,” tutur Tontowi.
Jika Tontowi/Liliyana bisa menjadi juara, ini akan menjadi gelar kedua mereka pada musim ini. Sebelumnya mereka tampil sebagai juara di turnamen Super Series India Terbuka.
Kemenangan di Singapura juga akan jadi modal bagus untuk menghadapi turnamen Premier Super Series Indonesia Terbuka yang akan berlangsung tanggal 21-16 Juni. Kemenangan itu juga berdampak bagus untuk pengumpulan poin olimpiade.
Pada partai ganda putra, wakil Indonesia Alvent Yulianto/Hendra AG mengulang sukses di Grand Prix Thailand Terbuka dengan mengalahkan pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong. Hasil ini mengantar mereka ke partai final untuk menghadapi pasangan China lainnya, Cai Yun/Fu Haifeng.
Bagi Alvent/Hendra, ini menjadi pertemuan pertama mereka dengan Cai Yun/Fu Haifeng. Meski demikian, menurut Alvent, mereka cukup tahu permainan pasangan China ini.
Pada nomor tunggal putra, partai final akan mempertemukan dua pemain China, Chen Jin melawan Lin Dan. Chen Jin sampai di partai puncak dengan mengalahkan yuniornya, Wang Zhengming, 21-17, 21-11. Sementara Lin Dan mengatasi pemain Denmark, Peter Gade, 20-22, 21-17, 21-15.
Untuk tunggal putri, pemain Denmark, Tine Baun, akan menghadapi Wang Xin. Sementara di ganda putri, pasangan Korea Selatan Ha Jung-eun/Kim Min-jung melawan pasangan China Tian Qing/Zhao Yunlei.