Tontowi/Liliyana Berpeluang Besar

Kompas.com - 19/06/2011, 03:40 WIB

Jakarta, Kompas - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpeluang besar untuk menjuarai turnamen Super Series Singapura Terbuka. Pemain pelatnas Cipayung ini memastikan tempat di final setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, 23-21, 21-16, Sabtu (18/6).

Di partai puncak, Tontowi/Liliyana akan menghadapi pemain Taiwan, Chen Hun Ling/Cheng Wen Hsing. Peluang Tontowi/Liliyana menjadi juara cukup terbuka lebar.

Dari rekor pertemuan dalam tiga perjumpaan, mereka selalu sukses mengalahkan pasangan Taiwan tersebut. Terakhir mereka mengalahkan Chen/Cheng di turnamen Super Series Hongkong Terbuka tahun 2010.

Selain rekor pertemuan, pasangan Indonesia ini juga punya modal kepercayaan diri yang bagus. Mereka belum kehilangan satu gim pun sampai babak final.

Pada laga semifinal kemarin, Tontowi/Liliyana bermain cukup memukau dengan mengalahkan unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Pada gim pertama mereka sempat tertinggal 6-15 dan 15-20, sebelum mengejar dan berbalik menang 23-21. Kemenangan di gim pertama semakin menambah kepercayaan diri mereka di gim kedua. Tontowi/Liliyana konsisten mengontrol permainan dan memenangkan pertandingan 21-16.

Kemenangan ini sekaligus memperkecil rekor kekalahan mereka menjadi 1-2. ”Kami bermain tanpa beban. Gim pertama kami sempat kehilangan konsentrasi sebelum kembali bermain lebih cermat dan konsisten,” tutur Tontowi.

Jika Tontowi/Liliyana bisa menjadi juara, ini akan menjadi gelar kedua mereka pada musim ini. Sebelumnya mereka tampil sebagai juara di turnamen Super Series India Terbuka.

Kemenangan di Singapura juga akan jadi modal bagus untuk menghadapi turnamen Premier Super Series Indonesia Terbuka yang akan berlangsung tanggal 21-16 Juni. Kemenangan itu juga berdampak bagus untuk pengumpulan poin olimpiade.

Mengulang sukses

Pada partai ganda putra, wakil Indonesia Alvent Yulianto/Hendra AG mengulang sukses di Grand Prix Thailand Terbuka dengan mengalahkan pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong. Hasil ini mengantar mereka ke partai final untuk menghadapi pasangan China lainnya, Cai Yun/Fu Haifeng.

Bagi Alvent/Hendra, ini menjadi pertemuan pertama mereka dengan Cai Yun/Fu Haifeng. Meski demikian, menurut Alvent, mereka cukup tahu permainan pasangan China ini.

Pada nomor tunggal putra, partai final akan mempertemukan dua pemain China, Chen Jin melawan Lin Dan. Chen Jin sampai di partai puncak dengan mengalahkan yuniornya, Wang Zhengming, 21-17, 21-11. Sementara Lin Dan mengatasi pemain Denmark, Peter Gade, 20-22, 21-17, 21-15.

Untuk tunggal putri, pemain Denmark, Tine Baun, akan menghadapi Wang Xin. Sementara di ganda putri, pasangan Korea Selatan Ha Jung-eun/Kim Min-jung melawan pasangan China Tian Qing/Zhao Yunlei. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau