Bekal Tontowi/Liliyana

Kompas.com - 20/06/2011, 05:08 WIB

Jakarta, Kompas - Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dapat modal bagus menghadapi Indonesia Terbuka. Mereka juara turnamen bulu tangkis Super Series Singapura Terbuka, Minggu (19/6). Kesuksesan itu juga jadi bekal tambahan poin untuk lolos kualifikasi Olimpiade London 2012.

Tontowi/Liliyana meraih kemenangan secara sempurna karena tidak kehilangan satu gim pun sejak babak pertama. Di final, mereka menyudahi perlawanan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, dengan skor 21-14, 27-25 dalam tempo 41 menit.

Sukses menjadi juara di ajang super series ini menjadi yang kedua pada musim ini. Sebelumnya, pasangan pelatnas Cipayung itu meraih kesuksesan di turnamen Super Series India Terbuka.

Tontowi/Liliyana memulai laga final dengan penuh percaya diri. Mereka terus memimpin perolehan angka sampai set pertama berakhir dengan kemenangan 21-14.

Di gim kedua, pemain Taiwan dapat mengembangkan permainan. Sementara pasangan Indonesia tampil kurang kon- sisten dan banyak membuat kesalahan yang menguntungkan lawannya.

Dampaknya, Tontowi/Liliyana tertinggal 6-12 sebelum mengejar dan berbalik unggul 16-13. Namun, beberapa kesalahan membuat lawan kembali mengejar sampai skor imbang 20-20.

Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga akhirnya pengembalian servis Cheng Wen Hsing menyangkut di net sekaligus memberi kemenangan buat pasangan Indonesia, 27-25.

”Permainan Tontowi dan Butet terus mengalami peningkatan signifikan. Momentum itu harus mereka jaga sampai Olimpiade 2012,” kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky.

China rebut empat gelar

Namun, wakil Indonesia lainnya, Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan, menyerah dari Cai Yun/Fu Haifeng (China), 17-21, 13-21, di final ganda putra.

Hasil itu lumayan bagus buat Alvent/Hendra. Pekan sebelumnya, mereka finalis di turnamen Grand Prix Gold Thailand Terbuka. Hasil di Singapura juga menjadi modal menghadapi turnamen Premier Super Series Indonesia Terbuka di Jakarta, 21-26 Juni 2011.

China juga mendominasi di tiga nomor lainnya. Di tunggal putra, Chen Jin juara tanpa harus mengeluarkan keringat. Dia menang tanpa tanding atas kompatriotnya, Lin Dan, yang mundur karena flu.

”Saya tahu ini mengecewakan semua penggemar bulu tangkis. Saya berjanji tahun depan akan kembali,” kata Lin Dan.

Di tunggal putri, juara All England 2010, Tine Baun (Denmark), kalah dari Wang Xin (China), 19-21, 17-21. Nomor ganda putri milik Tian Qing/Zhao Yunlei yang mengatasi Ha Jung- eun/Kim Min-jung (Korea Selatan), 21-17, 21-13. (AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau