Tontowi/Liliyana meraih kemenangan secara sempurna karena tidak kehilangan satu gim pun sejak babak pertama. Di final, mereka menyudahi perlawanan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, dengan skor 21-14, 27-25 dalam tempo 41 menit.
Sukses menjadi juara di ajang super series ini menjadi yang kedua pada musim ini. Sebelumnya, pasangan pelatnas Cipayung itu meraih kesuksesan di turnamen Super Series India Terbuka.
Tontowi/Liliyana memulai laga final dengan penuh percaya diri. Mereka terus memimpin perolehan angka sampai set pertama berakhir dengan kemenangan 21-14.
Di gim kedua, pemain Taiwan dapat mengembangkan permainan. Sementara pasangan Indonesia tampil kurang kon-
Dampaknya, Tontowi/Liliyana tertinggal 6-12 sebelum mengejar dan berbalik unggul 16-13. Namun, beberapa kesalahan membuat lawan kembali mengejar sampai skor imbang 20-20.
Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga akhirnya pengembalian servis Cheng Wen Hsing menyangkut di net sekaligus memberi kemenangan buat pasangan Indonesia, 27-25.
”Permainan Tontowi dan Butet terus mengalami peningkatan signifikan. Momentum itu harus mereka jaga sampai Olimpiade 2012,” kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky.
Namun, wakil Indonesia
Hasil itu lumayan bagus buat Alvent/Hendra. Pekan sebelumnya, mereka finalis di turnamen Grand Prix Gold Thailand Terbuka. Hasil di Singapura juga menjadi modal menghadapi turnamen Premier Super Series Indonesia Terbuka di Jakarta, 21-26 Juni 2011.
China juga mendominasi di tiga nomor lainnya. Di tunggal putra, Chen Jin juara tanpa harus mengeluarkan keringat. Dia menang tanpa tanding atas kompatriotnya, Lin Dan, yang mundur karena flu.
”Saya tahu ini mengecewakan semua penggemar bulu tangkis. Saya berjanji tahun depan akan kembali,” kata Lin Dan.
Di tunggal putri, juara All England 2010, Tine Baun (Denmark), kalah dari Wang Xin (China), 19-21, 17-21. Nomor ganda putri milik Tian Qing/Zhao Yunlei yang mengatasi Ha Jung- eun/Kim Min-jung (Korea Selatan), 21-17, 21-13.