Busquets dan Mascherano yang mengisi posisi Carles Puyol dan Gerard Pique sangat jelas kalah cepat dibandingkan dengan Pato. Penyerang muda tim nasional Brasil ini tak terkejar saat berlari dari lapangan tengah menuju kotak penalti, dan dengan tenang menjebol gawang Victor Valdes, tepat di tengah jaring.
Gol pada detik ke-24 itu tercatat sebagai gol tercepat kelima sepanjang Liga Champions. ”Bahkan, Usain Bolt (sprinter tercepat dunia) tak akan mampu menghentikan dirinya. Saya ingin tim saya memiliki kaki-kaki yang banyak berlari,” ujar Pelatih Barcelona Pep Guardiola.
Barca bisa bangkit dan berbalik memimpin melalui gol Pedro dan David Villa. Namun, keunggulan 2-1 pupus oleh gol Thiago Silva kurang dari satu menit sebelum wasit meniup peluit panjang. Hasil seri 2-2 mengecewakan bagi Barcelona yang mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen dan terus menekan Milan selama 90 menit.
Guardiola menurunkan 10 dari 11 pemain saat mengalahkan Manchester United di final Liga Champions musim lalu. Tanpa Pique di posisi bek tengah, Guardiola memasang Seydou Keita sebagai gelandang bertahan sebagai pelindung Busquets dan Mascherano.
Setelah kebobolan gol cepat Pato, Guardiola menempatkan Eric Abidal berperan lebih ke dalam melapis bek tengah. Busquets lebih ke depan mendekati posisi aslinya sebagai gelandang.
Barcelona tetap tampil lebih baik dengan Lionel Messi menjadi ancaman konstan di setiap pertandingan, saat melawan tim mana pun, termasuk Milan. Pergerakan Messi tidak ditutup total, tetapi ia dipaksa tidak leluasa bergerak ke dalam.
Bek tengah veteran, Alessandro Nesta, menjadi salah satu kunci Milan mampu menahan Barcelona di Nou Camp. Penyelamatan briliannya, memotong bola Messi untuk mencegah gol.
Nesta tampil jauh lebih baik dibandingkan saat ditahan 2-2 oleh Lazio pekan lalu. Ia dua kali melakukan kesalahan hingga berbuah dua gol Miroslav Klose dan Djibril Cisse. ”Tidak ada penjelasan mengenai apa yang terjadi. Kenyataan yang terjadi adalah moral kami terpukul setelah tidak menang. Kami perlu melupakan pertandingan ini dan mulai bekerja,” ujar Busquets.
Guardiola menilai, lini pertahanan Barcelona tidak membuatnya khawatir. Ia tetap percaya para pemain yang ada bisa mengisi barisan pertahanan jika Puyol dan Pique absen. Barcelona tidak membeli satu pun pemain bertahan pada jendela transfer musim panas. ”Saya tidak khawatir. Jika publik khawatir, kami akan meyakinkan mereka sebaliknya, tetapi saya tidak ragu,” ujar Guardiola.
Mengenai hasil 2-2 melawan Milan, Guardiola menilai, timnya telah melakukan yang seharusnya dilakukan.
Satu poin yang dibawa pulang Milan menghiasi media massa Italia. Sebagian besar ulasan memuji keberhasilan Milan mena-
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menilai, timnya tampil lebih baik setelah Barcelona memimpin. Ia pun senang karena Milan tidak menyerah hingga terjadi gol terakhir penyama kedudukan.
”Kami mendapat sedikit keberuntungan, tetapi itulah sepak bola. Kami tidak menyerah setelah tertinggal 1-2, dan kami memiliki peluang dan kemudian kami dianugerahi dengan tendangan sudut itu,” ujar Allegri.
Pada laga lainnya, nasib sial belum juga meninggalkan Arsenal. Tim asuhan pelatih Arsene Wenger ini harus pulang dengan satu poin setelah pemain Borussia Dortmund, Ivan Perisic, menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-88. Padahal, Arsenal sudah unggul 1-0 melalui Robin van Persie sejak menit ke-42.
Chelsea menuai kemenangan 2-0 atas Bayer Leverkusen melalui gol David Luiz dan Juan Mata. FC Porto unggul 2-1 atas Shakhtar Donetsk yang harus bermain dengan sembilan pemain, 10 menit sebelum bubaran.