Alarm Pertahanan Barcelona

Kompas.com - 15/09/2011, 05:09 WIB

barcelona, rabu - Alexandre Pato hanya butuh waktu 24 detik untuk menguak titik lemah tim terbaik dunia, Barcelona. Bomber AC Milan berusia 22 tahun itu berlari seperti angin meninggalkan dua bek tengah Barca, Sergio Busquets dan Javier Mascherano, yang posisi aslinya gelandang.

Busquets dan Mascherano yang mengisi posisi Carles Puyol dan Gerard Pique sangat jelas kalah cepat dibandingkan dengan Pato. Penyerang muda tim nasional Brasil ini tak terkejar saat berlari dari lapangan tengah menuju kotak penalti, dan dengan tenang menjebol gawang Victor Valdes, tepat di tengah jaring.

Gol pada detik ke-24 itu tercatat sebagai gol tercepat kelima sepanjang Liga Champions. ”Bahkan, Usain Bolt (sprinter tercepat dunia) tak akan mampu menghentikan dirinya. Saya ingin tim saya memiliki kaki-kaki yang banyak berlari,” ujar Pelatih Barcelona Pep Guardiola.

Barca bisa bangkit dan berbalik memimpin melalui gol Pedro dan David Villa. Namun, keunggulan 2-1 pupus oleh gol Thiago Silva kurang dari satu menit sebelum wasit meniup peluit panjang. Hasil seri 2-2 mengecewakan bagi Barcelona yang mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen dan terus menekan Milan selama 90 menit.

Guardiola menurunkan 10 dari 11 pemain saat mengalahkan Manchester United di final Liga Champions musim lalu. Tanpa Pique di posisi bek tengah, Guardiola memasang Seydou Keita sebagai gelandang bertahan sebagai pelindung Busquets dan Mascherano.

Setelah kebobolan gol cepat Pato, Guardiola menempatkan Eric Abidal berperan lebih ke dalam melapis bek tengah. Busquets lebih ke depan mendekati posisi aslinya sebagai gelandang.

Barcelona tetap tampil lebih baik dengan Lionel Messi menjadi ancaman konstan di setiap pertandingan, saat melawan tim mana pun, termasuk Milan. Pergerakan Messi tidak ditutup total, tetapi ia dipaksa tidak leluasa bergerak ke dalam.

Bek tengah veteran, Alessandro Nesta, menjadi salah satu kunci Milan mampu menahan Barcelona di Nou Camp. Penyelamatan briliannya, memotong bola Messi untuk mencegah gol.

Nesta tampil jauh lebih baik dibandingkan saat ditahan 2-2 oleh Lazio pekan lalu. Ia dua kali melakukan kesalahan hingga berbuah dua gol Miroslav Klose dan Djibril Cisse. ”Tidak ada penjelasan mengenai apa yang terjadi. Kenyataan yang terjadi adalah moral kami terpukul setelah tidak menang. Kami perlu melupakan pertandingan ini dan mulai bekerja,” ujar Busquets.

Tak khawatir

Guardiola menilai, lini pertahanan Barcelona tidak membuatnya khawatir. Ia tetap percaya para pemain yang ada bisa mengisi barisan pertahanan jika Puyol dan Pique absen. Barcelona tidak membeli satu pun pemain bertahan pada jendela transfer musim panas. ”Saya tidak khawatir. Jika publik khawatir, kami akan meyakinkan mereka sebaliknya, tetapi saya tidak ragu,” ujar Guardiola.

Mengenai hasil 2-2 melawan Milan, Guardiola menilai, timnya telah melakukan yang seharusnya dilakukan.

Satu poin yang dibawa pulang Milan menghiasi media massa Italia. Sebagian besar ulasan memuji keberhasilan Milan mena- han Barcelona. Namun, ada juga kritik mengenai permainan yang terlalu didominasi oleh Barca.

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menilai, timnya tampil lebih baik setelah Barcelona memimpin. Ia pun senang karena Milan tidak menyerah hingga terjadi gol terakhir penyama kedudukan.

”Kami mendapat sedikit keberuntungan, tetapi itulah sepak bola. Kami tidak menyerah setelah tertinggal 1-2, dan kami memiliki peluang dan kemudian kami dianugerahi dengan tendangan sudut itu,” ujar Allegri.

Pada laga lainnya, nasib sial belum juga meninggalkan Arsenal. Tim asuhan pelatih Arsene Wenger ini harus pulang dengan satu poin setelah pemain Borussia Dortmund, Ivan Perisic, menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-88. Padahal, Arsenal sudah unggul 1-0 melalui Robin van Persie sejak menit ke-42.

Chelsea menuai kemenangan 2-0 atas Bayer Leverkusen melalui gol David Luiz dan Juan Mata. FC Porto unggul 2-1 atas Shakhtar Donetsk yang harus bermain dengan sembilan pemain, 10 menit sebelum bubaran.

(Reuters/AFP/AP/Football-Italia/The Guardian/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau