Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mencatat, sepanjang tahun 2010-2011 telah dan sedang diselesaikan masalah genangan air di jalan arteri dan kolektor di seluruh Jakarta.
Perhitungan pada awal 2010, total terdapat 123 lokasi genangan air yang harus diatasi dengan pemeliharaan dan rehabilitasi sistem drainase.
Perincian lokasinya adalah Jakarta Pusat dengan 17 lokasi, Jakarta Utara sebanyak 21 lokasi, Jakarta Timur 26 lokasi, Jakarta Selatan 37 lokasi, Jakarta Barat sebanyak 14 lokasi, dan dedicated program (program utama) sebanyak 8 lokasi.
Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, selama tahun 2010 sampai 2011 pihaknya telah memperbaiki saluran drainase di 13 lokasi genangan.
”Sampai akhir tahun ini, ditargetkan 24 lokasi genangan tersisa di Jakarta Selatan dapat diatasi,” kata Syahrul.
Khusus di Jakarta Selatan, pengerukan saluran di jalan-jalan arteri dilakukan sepanjang dua bulan terakhir ini.
Pengerukan antara lain di ruas jalan penghubung Kecamatan Pesanggrahan dan Bintaro.
Di Kota Tangerang, Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya juga telah mengalokasikan dana antisipasi banjir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 sebesar Rp 22 miliar.
Anggaran itu digunakan antara lain untuk pengerukan kali atau normalisasi kali, pengadaan pompa air, dan memasang alarm banjir.
Sementara itu, dari Anggaran Bantuan Tambahan dianggarkan sebesar Rp 4,5 miliar untuk pembangunan 1.000 sumur resapan air.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang juga membuat sodetan di sejumlah sungai, seperti Sabi, Cisarung, Apur, Cibodas, dan Cantiga.
Pembuatan sodetan ini diharapkan mampu menampung air banjir kiriman dari hulu Sungai Cisadane di Bogor, Jawa Barat.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Suparman Iskandar menambahkan, antisipasi banjir juga dilakukan dengan membangun 1.000 sumur resapan di daerah rawan banjir
”Di Tangerang masih ada 40 titik yang rawan genangan air dan banjir yang belum bisa diatasi. Adanya tambahan sumur resapan ini diharapkan dapat mengurangi daerah rawan banjir,” jelas Suparman.
Untuk jangka panjang, kata Suparman, pihaknya juga sedang mempersiapkan sterilisasi dan pembebasan lahan di sekitar lokasi pembangunan turap Kali Angke, Kota Tangerang. Hal itu dilakukan setelah ada rencana pemerintah pusat untuk membangun turap sepanjang 20 kilometer, mulai dari Cengkareng Grand, Jakarta-Pondok Bahar, Kota Tangerang, hingga jembatan Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan.
”Sterilisasi dan pembebasan lahan dilakukan agar pembangunan turap dapat segera dilakukan,” kata Suparman.
Pembangunan turap ini merupakan program normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir, baik di Jakarta maupun daerah penyangganya, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan. Untuk pembangunan proyek berkelanjutan ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 miliar dari dana APBN.