Rusia

Oposisi Bertekad Melawan, Putin Kukuh

Kompas.com - 08/03/2012, 02:22 WIB

Moskwa, Rabu - Para lawan menyebut kemenangan Vladimir Putin dalam pemilu presiden sebagai penghinaan kepada rakyat Rusia. Oposisi berupaya menghidupkan protes-protes yang terancam segera memudar setelah Putin kembali ke Kremlin.

Pernyataan oleh para penyelenggara protes itu menandai tekad untuk melanjutkan aksi protes menentang mantan mata- mata KGB itu, yang menang dalam pemilu presiden pada Minggu (4/3).

Namun, aksi kelompok bernama Liga Para Pemilih, yang menyatukan kaum nasionalis, liberal dan kiri, serta kelompok-kelompok independen, tidak memberikan banyak harapan. Gaung demonstran semakin hilang. Mereka tidak mampu mengubah sistem politik yang didominasi Putin walau sudah tiga bulan berdemonstrasi.

”Pemilu tidak adil karena penghitungan suara dan cara pengumpulan hasil pemilu ditandai kecurangan sistematis,” demikian pernyataan lembaga itu.

Liga Para Pemilih adalah organisasi payung bagi kelompok-kelompok aktivis. Organisasi ini dibentuk untuk menghadapi pemilu 4 Maret dan dipimpin oleh pesohor, seperti penyanyi rock Yuri Shevchuk dan novelis Boris Akunin.

”Kami menganggap pemilu sebuah penghinaan kepada masyarakat madani. Institusi kepresidenan, sistem pemilu, dan seluruh otoritas negara didiskreditkan,” demikian pernyataan organisasi itu.

Boris Akunin mengatakan pemilu presiden menjadi bencana bagi Rusia.

Tidak ada keanehan

Komisi Pemilu Pusat mengatakan tidak ada keanehan dalam pemilu. Komisi mengatakan, Putin, yang pernah menjabat sebagai presiden pada periode 2000-2008, menang bersih.

Putin menjabat sebagai perdana menteri selama empat tahun (2008-2012). Kini dia memenangi masa jabatan enam tahun yang baru sebagai presiden. Dia bisa memerintah dengan periode yang sama seperti Leonid Brezhnev, yang berkuasa selama 18 tahun.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada kantor berita Interfax, ”Semua penilaian telah dilakukan. Urusan soal ini sudah selesai.”

Hasil resmi memperlihatkan bahwa Putin memenangi lebih dari 63 persen suara. Namun, para pemantau internasional independen mengatakan, pelaksanaan pemilu itu telah berpihak kepada Putin.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengimbau agar semua laporan penyimpangan pemberian suara disidik. Akan tetapi, Amerika Serikat dan Eropa juga menegaskan perlu terus bekerja sama dengan Rusia.

Polisi menahan ratusan orang yang menghadiri unjuk rasa tanpa izin di Moskwa dan St Petersburg hari Senin. Polisi juga menahan para demonstran yang menolak pergi setelah melakukan aksi unjuk rasa di Moskwa, yang punya izin.

Namun, sebagian pemimpin oposisi mengatakan, mereka khawatir Putin akan memutuskan penggunaan kekuatan untuk menghabisi aksi-aksi protes.

Otoritas kota Moskwa, Rabu, mengizinkan 50.000 orang berkumpul hari Sabtu mendatang untuk memprotes kemenangan Putin. (AFP/Reuters/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau