"Rossoneri" di Ujung Tanduk

Kompas.com - 08/04/2012, 02:11 WIB

Milan, Sabtu - AC Milan di ujung tanduk. San Siro menjadi saksi kekalahan 1-2 ”Rossoneri” dari Fiorentina, Sabtu (7/4). Kekalahan ini memperketat persaingan Milan dan Juventus memperebutkan scudetto Serie A di tujuh pertandingan sisa. Juventus kini mendapat angin segar untuk meraih scudetto.

Milan yang baru tersingkir dari Liga Champions kehilangan kreativitas di lapangan tengah. Lini pertahanan mereka juga rapuh dan kelelahan setelah menjalani laga ketat di kandang Barcelona empat hari sebelumnya.

Milan hanya mampu mencetak satu gol dari titik putih yang diselesaikan Zlatan Ibrahimovic. Fiorentina yang tidak diunggulkan karena bermain di San Siro dan kehilangan sejumlah pemain pilar tampil efisien di lapangan tengah dan lini bertahan.

Dua gol Fiorentina melalui Jovetic dan mantan pemain Juventus, Amauri, menjadi mimpi buruk bagi Milan. Jika Juventus menang melawan Palermo, Milan akan tergeser ke peringkat kedua dengan selisih satu poin dari ”Si Nyonya Tua”.

Sementara AC Milan memiliki sisa pertandingan yang lebih ringan ketimbang Juventus. Rossoneri tinggal menghadapi laga ketat melawan Inter Milan pada 6 Mei. Lawan lainnya di atas kertas berada di bawah Milan, seperti Chievo, Genoa, Bologna, Siena, Atalanta, dan tim promosi Novara.

Juventus masih harus menghadapi dua lawan tangguh saat menjamu Lazio dan AS Roma. Dalam pertemuan sebelumnya, Juventus menahan AS Roma, 1-1, dan menundukkan Lazio, 1-0, di Stadion Olympico.

Dua laga pada 11 dan 22 April itu akan menjadi ujian bagi konsistensi langkah Juventus. Untuk mengantisipasi kemungkinan kehilangan poin penuh saat melawan Lazio dan AS Roma, Juventus harus mengejar hasil maksimal saat melawan tim-tim lemah, seperti Cesena, Novara, Lecce, Cagliari, dan Atalanta. Juventus mengalahkan tim-tim lemah itu pada pertemuan pertama, kecuali Cagliari yang memaksa hasil akhir imbang 1-1.

Tiket terakhir

Persaingan memperebutkan peringkat ketiga juga bertambah panas. Lazio harus menghadapi Juventus, Udinese, dan Inter Milan di laga penutup. Tiga laga itu sangat menentukan apakah Lazio akan tampil di Liga Champions musim depan atau tidak.

Lazio harus menemukan formula jitu untuk menghentikan laju Juventus yang menargetkan poin sempurna untuk meraih scudetto Serie A.

Udinese juga sedang dalam motivasi berkobar-kobar setelah memperbesar peluang menduduki peringkat ketiga dengan menundukkan Parma, 3-1. Udinese kini mengantongi 51 poin, sama dengan nilai Lazio sebelum melawan Napoli.

Napoli yang mengalami kebangkitan setelah era Maradona pada paruh 1980-an berpeluang besar merebut tiket terakhir ke Liga Champions musim depan. Sisa laga terberat yang harus dihadapi hanya melawan AS Roma. Napoli pernah dipaksa bertekuk lutut 1-3 oleh Roma di Stadion San Paolo pada 18 Desember tahun lalu.

Roma musim ini mengalami pasang surut nan kontras. Permainan mereka tidak stabil. Bahkan, pekan ini Roma kalah 2-4 di kandang Lecce yang menghuni zona degradasi. Padahal, mereka sebelumnya menang 5-2 saat menjamu Novara.

Memiliki tujuh sisa pertandingan, Roma yang kini berada di peringkat keenam dengan 47 poin secara matematis masih berpeluang meraih posisi ketiga.

Sama halnya dengan Inter Milan yang kini berada di peringkat ketujuh. Mengantongi 45 poin, Inter Milan juga berpeluang meraih tiket Liga Champions.

Inter Milan menyia-nyiakan peluang memperbaiki posisi saat tandang ke markas Cagliari. Pelatih baru Inter, Andrea Stramaccioni, gagal meneruskan kemenangan 5-4 dalam debutnya saat menjamu Genoa.

Inter Milan dua kali tertinggal sebelum menyamakan kedudukan 2-2 melalui Diego Milito dan Esteban Cambiasso.

(AFP/Reuters/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau