Milan yang baru tersingkir dari Liga Champions kehilangan kreativitas di lapangan tengah. Lini pertahanan mereka juga rapuh dan kelelahan setelah menjalani laga ketat di kandang Barcelona empat hari sebelumnya.
Milan hanya mampu mencetak satu gol dari titik putih yang diselesaikan Zlatan Ibrahimovic. Fiorentina yang tidak diunggulkan karena bermain di San Siro dan kehilangan sejumlah pemain pilar tampil efisien di lapangan tengah dan lini bertahan.
Dua gol Fiorentina melalui Jovetic dan mantan pemain Juventus, Amauri, menjadi mimpi buruk bagi Milan. Jika Juventus menang melawan Palermo, Milan akan tergeser ke peringkat kedua dengan selisih satu poin dari ”Si Nyonya Tua”.
Sementara AC Milan memiliki sisa pertandingan yang lebih ringan ketimbang Juventus. Rossoneri tinggal menghadapi
Juventus masih harus menghadapi dua lawan tangguh saat menjamu Lazio dan AS Roma. Dalam pertemuan sebelumnya, Juventus menahan AS Roma, 1-1, dan menundukkan Lazio, 1-0, di Stadion Olympico.
Dua laga pada 11 dan 22 April itu akan menjadi ujian bagi konsistensi langkah Juventus. Untuk mengantisipasi kemungkinan kehilangan poin penuh saat melawan Lazio dan AS Roma, Juventus harus mengejar hasil maksimal saat melawan tim-tim lemah, seperti Cesena, Novara, Lecce, Cagliari, dan Atalanta. Juventus mengalahkan tim-tim lemah itu pada pertemuan pertama, kecuali Cagliari yang memaksa hasil akhir imbang 1-1.
Persaingan memperebutkan peringkat ketiga juga bertambah panas. Lazio harus menghadapi Juventus, Udinese, dan Inter Milan di laga penutup. Tiga laga itu sangat menentukan apakah Lazio akan tampil di Liga Champions musim depan atau tidak.
Lazio harus menemukan formula jitu untuk menghentikan laju Juventus yang menargetkan poin sempurna untuk meraih scudetto Serie A.
Udinese juga sedang dalam motivasi berkobar-kobar setelah memperbesar peluang menduduki peringkat ketiga dengan menundukkan Parma, 3-1. Udinese kini mengantongi 51 poin, sama dengan nilai Lazio sebelum melawan Napoli.
Napoli yang mengalami kebangkitan setelah era Maradona pada paruh 1980-an berpeluang besar merebut tiket terakhir ke Liga Champions musim depan. Sisa laga terberat yang harus dihadapi hanya melawan AS Roma. Napoli pernah dipaksa bertekuk lutut 1-3 oleh Roma di Stadion San Paolo pada 18 Desember tahun lalu.
Roma musim ini mengalami pasang surut nan kontras. Permainan mereka tidak stabil. Bahkan, pekan ini Roma kalah 2-4 di kandang Lecce yang menghuni zona degradasi. Padahal, mereka sebelumnya menang 5-2 saat menjamu Novara.
Memiliki tujuh sisa pertandingan, Roma yang kini berada di peringkat keenam dengan 47
Sama halnya dengan Inter Milan yang kini berada di peringkat ketujuh. Mengantongi 45 poin, Inter Milan juga berpeluang meraih tiket Liga Champions.
Inter Milan menyia-nyiakan peluang memperbaiki posisi saat tandang ke markas Cagliari. Pelatih baru Inter, Andrea Stramaccioni, gagal meneruskan kemenangan 5-4 dalam debutnya saat menjamu Genoa.
Inter Milan dua kali tertinggal sebelum menyamakan kedudukan 2-2 melalui Diego Milito dan Esteban Cambiasso.