Kecelakaan pesawat

Ujian Berat Penyidikan Sukhoi Superjet

Kompas.com - 14/05/2012, 02:26 WIB

Setiap ada musibah kecelakaan pesawat udara, secara naluriah masyarakat pasti akan bertanya penyebab kecelakaan tersebut. Berbagai asumsi kemudian muncul, mulai dari dugaan faktor kesalahan manusia, kondisi pesawat, faktor cuaca, bahkan sampai dugaan sabotase.

Kasus kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) Rusia yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Rabu lalu, juga menimbulkan banyak asumsi serupa. Tentu saja ini menjadi tugas tak mudah bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pihak yang paling berwenang dalam pengungkapan penyebab kecelakaan.

Meski pesawat ini milik perusahaan Rusia, KNKT tetap menjadi pemimpin dalam penyidikan. Hal ini sesuai dengan prosedur tetap penanganan kecelakaan pesawat sesuai Annex 13 Konvensi Penerbangan Sipil Internasional.

Dalam hal ini, KNKT punya hak karena Indonesia sebagai ”state of occurrence” atau negara tempat kejadian kecelakaan. Kepentingan KNKT semakin diperkuat dengan fakta bahwa sebagian besar korban kecelakaan SSJ100 adalah warga negara Indonesia.

Dalam penyidikan, KNKT tentu harus bekerja sama dengan pihak keselamatan dan keamanan transportasi Rusia. Sebab, dalam Annex 13 pula Rusia diberi hak sebagai ”state of registry”, ”state of design” , dan ”state of manufacture” pesawat.

Selain pihak KNKT dan Rusia, penyidik dari negara lain juga diperbolehkan ikut terlibat meski hanya sebagai peninjau. Izin ini bisa diberikan karena semangat penyidikan kecelakaan pesawat bukan untuk mencari pihak yang akan disalahkan, tetapi untuk perbaikan ke depan.

Perbaikan bisa dari sistem operasional, perawatan dan pengecekan pesawat, atau prosedur lain yang terlewati atau tidak dilaksanakan dengan benar sehingga menyebabkan kecelakaan. Dalam kasus SSJ100 Rusia ini, semangat penyidikan juga memiliki tujuan yang sama.

Karena itulah penyidikan akan dilakukan secara cermat dan butuh waktu yang tidak singkat mengingat kondisi pesawat yang berantakan dan berada di medan yang berat.

Penelitian harus dilakukan secara saksama karena semua kecelakaan pesawat tak disebabkan satu faktor. Banyak faktor yang akan menjadi rangkaian penyebab jatuhnya pesawat. Dalam kasus ini, prosedur yang dijalankan KNKT adalah memberi kesempatan kepada tim evakuasi untuk menemukan dan mengevakuasi semua korban sampai tuntas.

Sambil menunggu proses evakuasi, KNKT memulai penyidikan dengan mengumpulkan berbagai dokumen, seperti catatan penerbangan pesawat, catatan perawatan, kondisi cuaca, sampai rekaman pembicaraan terakhir antara pilot dan menara Air Traffic Control.

Kotak hitam

Setelah itu, tim penyidik juga berupaya mencari kotak hitam pesawat untuk bisa membaca rekaman data penerbangan (flight data recorder/FDR) dan rekaman suara kokpit (voice cockpit recorder/VCR). Dalam kasus ini, untuk pembacaan kotak hitam diperlukan alat-alat yang kompatibel. Karena pesawat ini buatan Rusia, kemungkinan pemeriksaan dan pembacaan kotak hitam akan dilakukan di Rusia, yang tentunya wajib diawasi KNKT.

Sepanjang proses ini semua pihak harus bersabar, termasuk dengan tidak mengungkapkan asumsi-asumsi berdasarkan analisis, yang kadang dangkal.

Prof Mardjono Siswosuwarno, salah satu penyelidik KNKT, menyayangkan adanya pihak-pihak di Rusia yang melontarkan komentar yang cenderung langsung menyalahkan pilot pesawat SSJ100 itu.

Dalam berbagai pemberitaan di media Rusia, para pengamat dan pakar penerbangan Rusia rata-rata berasumsi semua peralatan pesawat berfungsi bagus, termasuk sistem peringatan permukaan tanah yang memberi tanda bahaya setiap pesawat mendekati rintangan, seperti gunung

Sikap beberapa pihak di Rusia ini bisa dipahami mengingat jika penyebabnya adalah kesalahan manusia, dampaknya tak akan terlalu buruk terhadap masa depan penjualan SSJ100 dan industri dirgantara Rusia. Namun, jika penyebabnya masalah teknis pada pesawat, pengaruhnya akan sangat besar pada persepsi pelanggan.

Mikhail Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation, induk perusahaan Sukhoi, dalam jumpa pers di Jakarta berkomentar lebih netral. Dia mengaku belum pernah ada laporan masalah teknis serius pada pesawat SSJ100. Meski demikian, Pogosyan menegaskan pihaknya belum berani mengambil kesimpulan apa pun.

Pengungkapan penyidikan yang transparan akan menjadi tantangan terbesar dalam penyidikan ini. Yang paling penting kalaupun hasil penyidikan diumumkan, kesimpulannya bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. (GATOT WIDAKDO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau