Konser Lady Gaga Dievaluasi

Kompas.com - 19/05/2012, 03:43 WIB

Mataram, Kompas - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Polri masih menganalisis rencana konser Lady Gaga ”The Born This Way Ball Tour” di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012.

Pemerintah hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan final, apakah tetap memperbolehkan konser itu atau tidak. Pihaknya dan kepolisian, ujar Djoko Suyanto, tengah mengkaji dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait atas kemungkinan diselenggarakannya konser itu dengan persyaratan tertentu.

”Kepolisian masih mengevaluasi, menganalisis, dan mengoordinasikan masalah ini. Masih ada waktu, mudah-mudahan antara yang pro dan kontra bisa dicarikan titik temu,” kata Djoko, seusai rapat kabinet terbatas, Jumat (18/5), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Djoko, posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat atau opini dari mana pun, baik yang pro maupun kontra dengan adanya konser Lady Gaga di Indonesia. Kementerian Polhukam dan kepolisian tengah mencari titik temu atau kompromi atas pro kontra itu.

”Sekarang sangat mencuat seolah-olah kepolisian lemah sehingga kepolisian menyetujui dibatalkan (konser itu) atas dasar desakan sekelompok kecil masyarakat. Sebenarnya kejadiannya tidak seperti itu,” katanya.

Dari komunikasi yang dilakukannya dengan Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, disampaikan bahwa Polri sedang menganalisis dan mengevaluasi semua masukan dan opini masyarakat.

Tujuannya agar setiap penyelenggaraan konser dari luar negeri itu mempertimbangkan seluruh aspek, baik keamanan maupun kenyamanan, serta bagaimana publik terpuaskan oleh pertunjukan itu. Ia membantah bahwa evaluasi dan analisis itu hanya sekadar mengikuti desakan atau pandangan suatu kelompok.

Djoko juga telah menginstruksikan agar kepolisian berkompromi dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dan manajemen artisnya.

”Instruksi saya apa bisa dikompromikan, diberi persyaratan, misalnya penampilannya harus sesuai dengan budaya sosial masyarakat di Indonesia. Lagu-lagu dan syairnya disesuaikan dengan kondisi sosial di Indonesia, kemudian tata panggung dan geraknya,” kata Djoko.

Perjanjian itu dikompromikan dan bisa tertulis di dalam perjanjian antara event organizer, manajemen artis, dan aparat keamanan sehingga semua pihak menjadi terpenuhi. Kekhawatiran munculnya ekses negatif bisa dihindari.

Bisa dibubarkan

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, jika konser tetap diselenggarakan tanpa izin, polisi berhak membubarkan.

”Polisi tidak memberi rekomendasi itu sudah keputusan final. Keputusan diambil berdasarkan pengkajian, bukan karena ada tekanan kelompok-kelompok tertentu,” katanya, Jumat.

Menurut Rikwanto, Polda tidak memberi rekomendasi karena ada potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat jika konser itu tetap dilaksanakan di Jakarta. Sebab, yang pro dan kontra terhadap konser Lady Gaga sangat mengkristal. ”Dalam pembicaraan kami dengan pihak penyelenggara, persoalan ini sudah dibicarakan. Mereka paham dan setuju untuk membatalkan konser di Jakarta,” ujar Rikwanto.

Ketika ditanyakan apakah dalam pembicaraan dengan penyelenggara muncul bahasan kemungkinan memindahkan lokasi konser ke luar wilayah Polda Metro Jaya, Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak mengurusi wilayah polda lain dan juga tidak mencampuri Mabes Polri.

Ia juga menolak dikonfirmasi kemungkinan pihak Mabes Polri memanggil Polda Metro berkait tidak adanya rekomendasi atas konser Lady Gaga dari Polda pada 8 Mei 2012. ”Itu masalah teknis yang tidak perlu diketahui. Yang pasti, keputusan Polda Metro tidak memberi rekomendasi itu sudah final,” katanya.

Mengenai tindakan apa yang akan diambil Polda Metro Jaya jika penyelenggara tetap mengelar konser Lady Gaga di Jakarta, Rikwanto mengatakan, penyelenggara sudah paham dengan aturan hukum dan harus dipatuhi. ”Jika tidak ada izin, sebagaimana sudah ditegaskan Kepala Polda, polisi bisa membubarkannya,” ujarnya.

Terus berkomunikasi

Jumat malam, Presiden Direktur PT Prima Java Kreasi (Big Daddy Entertainment) Michael Rusli melalui surat elektronik menyatakan terima kasih atas berbagai masukan dari masyarakat.

”Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak, baik individu, masyarakat, maupun organisasi, yang telah memberikan dukungan kepada kami untuk terus melanjutkan upaya agar konser Lady Gaga dapat terlaksana dengan baik,” kata Micahel.

Berkaitan dengan opini yang berkembang, pihaknya terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak manajemen Lady Gaga. Koordinasi ini dimaksudkan agar bisa menyesuaikan penampilannya saat konser di Jakarta.

Pihak Lady Gaga diharapkan bisa bekerja sama dalam konser tersebut. Pihak Lady Gaga menyatakan kesediaannya untuk menghormati peraturan yang ada serta keinginannya untuk memberikan pertunjukan musik yang tidak akan terlupakan.

”Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang agar konser ini dapat berlangsung sukses.” (rts/why)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau