Pemerintah hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan final, apakah tetap memperbolehkan konser itu atau tidak. Pihaknya dan kepolisian, ujar Djoko Suyanto, tengah mengkaji dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait atas kemungkinan diselenggarakannya konser itu dengan persyaratan tertentu.
”Kepolisian masih mengevaluasi, menganalisis, dan mengoordinasikan masalah ini. Masih ada waktu, mudah-mudahan antara yang pro dan kontra bisa dicarikan titik temu,” kata Djoko, seusai rapat kabinet terbatas, Jumat (18/5), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Menurut Djoko, posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat atau opini dari mana pun, baik yang pro maupun kontra dengan adanya konser Lady Gaga di Indonesia. Kementerian Polhukam dan kepolisian tengah mencari titik temu atau kompromi atas pro kontra itu.
”Sekarang sangat mencuat seolah-olah kepolisian lemah sehingga kepolisian menyetujui dibatalkan (konser itu) atas dasar desakan sekelompok kecil masyarakat. Sebenarnya kejadiannya tidak seperti itu,” katanya.
Dari komunikasi yang dilakukannya dengan Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, disampaikan bahwa Polri sedang menganalisis dan mengevaluasi semua masukan dan opini masyarakat.
Tujuannya agar setiap penyelenggaraan konser dari luar negeri itu mempertimbangkan seluruh aspek, baik keamanan maupun kenyamanan, serta bagaimana publik terpuaskan oleh pertunjukan itu. Ia membantah bahwa evaluasi dan analisis itu hanya sekadar mengikuti desakan atau pandangan suatu kelompok.
Djoko juga telah menginstruksikan agar kepolisian berkompromi dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dan manajemen artisnya.
”Instruksi saya apa bisa dikompromikan, diberi persyaratan, misalnya penampilannya harus sesuai dengan budaya sosial masyarakat di Indonesia. Lagu-lagu dan syairnya disesuaikan dengan kondisi sosial di Indonesia, kemudian tata panggung dan geraknya,” kata Djoko.
Perjanjian itu dikompromikan dan bisa tertulis di dalam perjanjian antara event organizer, manajemen artis, dan aparat keamanan sehingga semua pihak menjadi terpenuhi. Kekhawatiran munculnya ekses negatif bisa dihindari.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, jika konser tetap diselenggarakan tanpa izin, polisi berhak membubarkan.
”Polisi tidak memberi rekomendasi itu sudah keputusan final. Keputusan diambil berdasarkan pengkajian, bukan karena ada tekanan kelompok-kelompok tertentu,” katanya, Jumat.
Menurut Rikwanto, Polda tidak memberi rekomendasi karena ada potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat jika konser itu tetap dilaksanakan di Jakarta. Sebab, yang pro dan kontra terhadap konser Lady Gaga sangat mengkristal. ”Dalam pembicaraan kami dengan pihak penyelenggara, persoalan ini sudah dibicarakan. Mereka paham dan setuju untuk membatalkan konser di Jakarta,” ujar Rikwanto.
Ketika ditanyakan apakah dalam pembicaraan dengan penyelenggara muncul bahasan kemungkinan memindahkan lokasi konser ke luar wilayah Polda Metro Jaya, Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak mengurusi wilayah polda lain dan juga tidak mencampuri Mabes Polri.
Ia juga menolak dikonfirmasi kemungkinan pihak Mabes Polri memanggil Polda Metro berkait tidak adanya rekomendasi atas konser Lady Gaga dari Polda pada 8 Mei 2012. ”Itu masalah teknis yang tidak perlu diketahui. Yang pasti, keputusan Polda Metro tidak memberi rekomendasi itu sudah final,” katanya.
Mengenai tindakan apa yang akan diambil Polda Metro Jaya jika penyelenggara tetap mengelar konser Lady Gaga di Jakarta, Rikwanto mengatakan, penyelenggara sudah paham dengan aturan hukum dan harus dipatuhi. ”Jika tidak ada izin, sebagaimana sudah ditegaskan Kepala Polda, polisi bisa membubarkannya,” ujarnya.
Jumat malam, Presiden Direktur PT Prima Java Kreasi (Big Daddy Entertainment) Michael Rusli melalui surat elektronik menyatakan terima kasih atas berbagai masukan dari masyarakat.
”Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak, baik individu, masyarakat, maupun organisasi, yang telah memberikan dukungan kepada kami untuk terus melanjutkan upaya agar konser Lady Gaga dapat terlaksana dengan baik,” kata Micahel.
Berkaitan dengan opini yang berkembang, pihaknya terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak manajemen Lady Gaga. Koordinasi ini dimaksudkan agar bisa menyesuaikan penampilannya saat konser di Jakarta.
Pihak Lady Gaga diharapkan bisa bekerja sama dalam konser tersebut. Pihak Lady Gaga menyatakan kesediaannya untuk menghormati peraturan yang ada serta keinginannya untuk memberikan pertunjukan musik yang tidak akan terlupakan.
”Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang agar konser ini dapat berlangsung sukses.”