Grup a

Tensi Tinggi Jelang Laga Rusia Vs Polandia

Kompas.com - 11/06/2012, 05:09 WIB

Warsawa, Sabtu - Menjelang laga kedua Grup A antara tuan rumah Polandia dan Rusia, Selasa (12/6), tensi ketegangan di luar pertandingan sudah meninggi. Situasi hubungan politik, sejarah, dan masalah keamanan di antara kedua negara menjadi latar belakang ketegangan itu.

Pelatih Rusia Dick Advocaat bersama Presiden Federasi Sepak Bola Rusia Sergei Fursenko dan duta besar Rusia berupaya mereduksi ”ketegangan” itu dengan mencari simpati dengan mengunjungi peringatan tragedi kecelakaan pesawat tahun 2010 di kota Warsawa, Minggu.

Mereka berjalan dari hotel tempat tim Rusia menginap ke kantor kepresidenan Polandia. Mereka kemudian bergabung dengan sekelompok orang yang juga memperingati kecelakaan itu.

Kecelakaan pesawat itu terjadi pada Sabtu, 10 April 2010, di dekat Bandara Smolensk, sebelah barat wilayah Rusia. Dalam kejadian itu, Presiden Polandia Lench Kaczynski ikut tewas.

Ironisnya, Kaczynski datang ke Smolensk dalam rangka memimpin sebuah delegasi yang menghadiri upacara di Katyn, dekat Smolensk, di Rusia barat daya. Upacara ini untuk menghormati terbunuhnya ribuan tentara Polandia dan kaum intelektual Polandia pada Perang Dunia II yang tewas oleh kekejaman Joseph Stalin.

Ribuan tawanan perang Polandia dibunuh di Katyn oleh pasukan Soviet pada musim semi 1940. Bagi Polandia, peristiwa itu menjadi simbol yang langgeng tentang kisah penderitaan mereka di bawah pemerintahan Uni Soviet. Setiap tahun tragedi Katyn diperingati di Polandia.

Kaczynski membawa rombongan besar untuk menggelar upacara di tempat pembantaian itu. Kaczynski mengajak anggota keluarga korban Perang Dunia II tersebut. Seluruh rombongan yang berjumlah 132 orang tewas. Pesawat Tupolev 154 yang membawa rombongan itu menabrak beberapa pohon sebelum jatuh berkeping-keping.

”Kami juga ingin memperingati dan berbelasungkawa atas tragedi itu. Kecelakaan itu juga menjadi tragedi yang mendalam buat masyarakat Rusia,” kata Fursenko.

”Apa yang kami lakukan adalah reaksi untuk mengenang dan menghormati mereka yang tewas dalam tragedi itu,” ujar Fursenko menambahkan.

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, sekitar 30 polisi mengamankan rombongan tim Rusia itu. Namun, polisi tidak bisa mencegah salah seorang demonstran yang membentangkan poster yang mengecam pembunuhan warga Polandia oleh Rusia. Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar tahun 1940, di mana intelijen Polandia dibunuh polisi rahasia Uni Soviet.

Beberapa warga Polandia mengaku bersimpati dengan rombongan Rusia yang ikut memperingati tragedi kecelakaan pesawat. Namun, mereka juga masih mengecam sikap Pemerintah Rusia yang tidak transparan mengungkap penyebab kecelakaan pesawat itu.

”Kami hargai sikap mereka. Kami sendiri tidak pernah membenci warga Rusia. Yang kami gugat adalah transparansi Pemerintah Rusia dalam tragedi kecelakaan pesawat itu,” kata Mariola Gac, seorang warga.

Sekelompok suporter Rusia sebelumnya juga sudah melaporkan kepada pihak otoritas kota Warsawa kalau mereka tidak akan membawa masalah politik dalam mendukung tim kesayangan mereka.

Simbol Uni soviet

Pihak suporter Polandia sendiri juga meminta kepada Suporter Rusia agar tidak memakai simbol-simbol Uni Soviet.

”Kami tidak ingin melihat sekelompok suporter Rusia dengan memakai simbol Uni Soviet. Tindakan itu sama saja seperti ingin memperlihatkan kalau mereka lebih superior dari kami. Simbol Uni Soviet adalah simbol kekejaman yang mengingatkan kami pada banyak peristiwa berdarah masa Lenin dan Stalin,” kata Gac. (REUTERS/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau