Warsawa, Sabtu
Pelatih Rusia Dick Advocaat bersama Presiden Federasi Sepak Bola Rusia Sergei Fursenko dan duta besar Rusia berupaya mereduksi ”ketegangan” itu dengan mencari simpati dengan mengunjungi peringatan tragedi kecelakaan pesawat tahun 2010 di kota Warsawa, Minggu.
Mereka berjalan dari hotel tempat tim Rusia menginap ke kantor kepresidenan Polandia. Mereka kemudian bergabung dengan sekelompok orang yang juga memperingati kecelakaan itu.
Kecelakaan pesawat itu terjadi pada Sabtu, 10 April 2010, di dekat Bandara Smolensk, sebelah barat wilayah Rusia. Dalam kejadian itu, Presiden Polandia Lench Kaczynski ikut tewas.
Ironisnya, Kaczynski datang ke Smolensk dalam rangka memimpin sebuah delegasi yang menghadiri upacara di Katyn, dekat Smolensk, di Rusia barat daya. Upacara ini untuk menghormati terbunuhnya ribuan tentara Polandia dan kaum intelektual Polandia pada Perang Dunia II yang tewas oleh kekejaman Joseph Stalin.
Ribuan tawanan perang Polandia dibunuh di Katyn oleh pasukan Soviet pada musim semi 1940. Bagi Polandia, peristiwa itu menjadi simbol yang langgeng tentang kisah penderitaan mereka di bawah pemerintahan Uni Soviet. Setiap tahun tragedi Katyn diperingati di Polandia.
Kaczynski membawa rombongan besar untuk menggelar upacara di tempat pembantaian itu. Kaczynski mengajak anggota keluarga korban Perang Dunia II tersebut. Seluruh rombongan yang berjumlah 132 orang tewas. Pesawat Tupolev 154 yang membawa rombongan itu menabrak beberapa pohon sebelum jatuh berkeping-keping.
”Kami juga ingin memperingati dan berbelasungkawa atas tragedi itu. Kecelakaan itu juga menjadi tragedi yang mendalam buat masyarakat Rusia,” kata Fursenko.
”Apa yang kami lakukan adalah reaksi untuk mengenang dan menghormati mereka yang tewas dalam tragedi itu,” ujar Fursenko menambahkan.
Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, sekitar 30 polisi mengamankan rombongan tim Rusia itu. Namun, polisi tidak bisa mencegah salah seorang demonstran yang membentangkan poster yang mengecam pembunuhan warga Polandia oleh Rusia. Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar tahun 1940, di mana intelijen Polandia dibunuh polisi rahasia Uni Soviet.
Beberapa warga Polandia mengaku bersimpati dengan rombongan Rusia yang ikut memperingati tragedi kecelakaan pesawat. Namun, mereka juga masih mengecam sikap Pemerintah Rusia yang tidak transparan mengungkap penyebab kecelakaan pesawat itu.
”Kami hargai sikap mereka. Kami sendiri tidak pernah membenci warga Rusia. Yang kami gugat adalah transparansi Pemerintah Rusia dalam tragedi kecelakaan pesawat itu,” kata Mariola Gac, seorang warga.
Sekelompok suporter Rusia sebelumnya juga sudah melaporkan kepada pihak otoritas kota Warsawa kalau mereka tidak akan membawa masalah politik dalam mendukung tim kesayangan mereka.
Pihak suporter Polandia sendiri juga meminta kepada Suporter Rusia agar tidak memakai simbol-simbol Uni Soviet.
”Kami tidak ingin melihat sekelompok suporter Rusia dengan memakai simbol Uni Soviet. Tindakan itu sama saja seperti ingin memperlihatkan kalau mereka lebih superior dari kami. Simbol Uni Soviet adalah simbol kekejaman yang mengingatkan kami pada banyak peristiwa berdarah masa Lenin dan Stalin,” kata Gac.