Persiapan olimpiade

Liliyana/Tontowi Siap Bertarung

Kompas.com - 29/06/2012, 03:45 WIB

Jakarta, Kompas - Pasangan ganda campuran Liliyana ”Butet” Natsir/Tontowi Ahmad sudah melupakan kegagalan menjuarai turnamen Indonesia Terbuka beberapa waktu lalu. Juara All England 2012 itu berfokus ke olimpiade dan siap bertarung lagi merebut supremasi.

”Kegagalan kemarin jadi pelajaran berharga buat kami. Sekarang target kami olimpiade dan tekad kami pasti ingin memberi hasil yang terbaik,” kata Butet yang bersama Nova Widianto meraih perak ganda campuran di Olimpiade 2008.

Menurut Butet, sejauh ini persiapan sudah cukup bagus. Selain menjaga kondisi fisik dan stamina, ia bersama Tontowi juga mulai mempelajari strategi calon lawan-lawannya dibantu pelatih mereka, Richard Mainaky.

Richard mengatakan, berbagai kelemahan Liliyana/Tontowi berusaha diperbaiki, seperti antisipasi perubahan strategi lawan dan kemampuan mengontrol emosi.

”Mereka harus lebih siap terhadap perubahan strategi lawan, seperti yang biasanya main bertahan tiba-tiba mengubah pola menjadi menyerang. Kekalahan mereka dari pasangan Thailand di final Indonesia Terbuka menjadi pelajaran yang bagus,” kata Richard.

Liliyana/Tontowi menjadi harapan terbesar Indonesia untuk menjaga tradisi emas di olimpiade. Pasangan pelatnas Cipayung ini sudah menunjukkan potensi besar karena mampu bersaing dengan pemain papan atas dunia lainnya, seperti dari China, Denmark, dan Korea Selatan.

Hasil di All England menjadi modal motivasi yang cukup kuat buat mereka. Sebab, pencapaian mereka di Wembley Arena cukup fenomenal. Setelah menunggu 33 tahun, akhirnya pasangan ganda campuran Indonesia bisa menjadi juara di ajang turnamen bulu tangkis paling bergengsi tersebut.

Janji bonus All England

Dengan prestasi luar biasa itu, Liliyana/Tontowi menjadi tumpuan utama di olimpiade. Langkah mereka pun akan semakin mantap karena begitu menjuarai All England, keduanya sudah dijanjikan bonus oleh Chief de Mission tim Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, pada Maret silam.

Erick memastikan bahwa bonus All England untuk Tontowi/Butet akan diberikan sebelum berangkat ke Olimpiade London. Rencananya, atlet bulu tangkis itu akan berangkat ke London pada 22 Juli.

Menurut dia, bonus untuk Tontowi/Liliyana sebenarnya bukan bonus karena menjuarai All England, tetapi sebagai insentif agar mereka lebih semangat di olimpiade.

”Indonesia sudah delapan tahun tidak juara All England, kebetulan olimpiade juga berlangsung di Inggris. Rasa percaya diri Tontowi/Liliyana harus didorong supaya meningkat,” ujarnya.

BNI jadi sponsor

Dana pemberangkatan kontingen Indonesia ke Olimpiade London untuk sementara menggunakan dana dari sponsor sambil menunggu pencairan dana dari pemerintah.

Erick mengungkapkan, dana sponsor dibutuhkan antara lain untuk membayar uang muka hotel, tiket pesawat, dan sewa kendaraan.

”Target dana dari sponsor Rp 14 miliar, sekarang sudah ada Rp 7,5 miliar. Ini pertama kalinya kontingen Indonesia berangkat ke ajang multicabang memakai dana sponsor,” kata Erick seusai penandatanganan kerja sama dengan BNI sebagai sponsor kontingen Indonesia di olimpiade, Kamis.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, BNI menyiapkan dana Rp 1 miliar untuk menjadi sponsor kontingen Indonesia di Olimpiade London. Bank ”pelat merah” ini juga akan memberikan bantuan yang tidak berupa dana senilai Rp 4 miliar.(WAD/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau