MANCHESTER, MINGGU - Brasil, yang mengejar emas cabang sepak bola untuk pertama kali di olimpiade, harus menghadapi ujian berat melawan Belarus, Minggu (29/7). Tim ”Samba” yang bertaburkan bintang muda ini tertinggal lebih dulu dan frustrasi membongkar pertahanan ketat Belarus pada babak pertama sebelum menang 3-1.
Neymar yang menjadi motor permainan Brasil menjadi inspirator kemenangan tim Samba pada babak kedua melalui tendangan bebas yang fantastis. Bola yang ditendang dengan sisi dalam kaki kanan itu melengkung ke sudut kanan atas gawang Belarus. Pemain klub Santos ini juga menyumbangkan asis gol Alexandre Pato pada babak pertama dan Oscar beberapa detik menjelang bubaran.
Brasil lolos ke perempat final Olimpiade London setelah unggul 3-1 atas Belarus di Stadion Old Trafford, Manchester.
Belarus yang tak diunggulkan memberikan kejutan melalui gol pada menit ke-8. Pola serangan umpan-umpan panjang dengan memanfaatkan sisi lebar lapangan mampu menarik pemain Brasil keluar dari kotak penalti.
Kombinasi umpan dari Ilya Aleksievich dan Aleksei Kozlov di sayap kanan menarik pemain bertahan Brasil mengejar bola. Namun, Kozlov lihai membaca permainan dan melayangkan umpan lambung ke kotak penalti Brasil yang disambut dengan sundulan oleh gelandang Renan Bradini Bressan. Bola meluncur ke gawang tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Neto.
Brasil membalas tujuh menit kemudian melalui sundulan Pato. Penyerang klub AC Milan tersebut lolos dari kawalan bek tengah Igor Kuzmenok untuk menyundul bola umpan lambung Neymar.
Brasil yang menurunkan Rafael da Silva, Hulk, Neymar, Oscar, dan Pato menguasai pertandingan. Namun, di babak pertama mereka kesulitan menembus pertahanan Belarus yang memarkir sembilan pemain di depan kiper. Situasi ini memaksa dua gelandang bertahan, Sandro dan Romulo, meninggalkan posnya membantu serangan. Demikian juga bek sayap kiri Marcelo yang sering menusuk ke depan.
Dengan hasil ini, Brasil memastikan lolos ke perempat final dengan enam poin. Sementara Belarus dengan tiga poin harus menuai kemenangan saat melawan Mesir pada laga terakhir Grup C di Stadion St James Park, Newcastle, 1 Agustus.
Mesir tak akan mudah ditundukkan Belarus. Saat melawan Selandia Baru, tim polesan Pelatih Hany Ramzy itu kembali menunjukkan kekuatan mental seperti saat melawan Brasil. Mesir sempat tertinggal 1-0 sejak menit ke-17 melalui gol striker Chris Wood.
Gol pemain klub West Bromwich Albion itu pupus oleh gol balasan Mesir melalui Mohamed Salah lima menit menjelang turun minum. Gol penyama kedudukan 1-1 ini berawal dari serangan balik yang cepat.
Mesir dan Selandia Baru sama- sama mengantongi satu poin. Peluang mereka lolos ke babak delapan besar sangat tipis. Selandia Baru nyaris mustahil karena harus menundukkan Brasil dengan selisih gol lebih dari dua untuk lolos.
Mesir juga menghadapi tantangan berat untuk melibas Belarus. Jika Mesir menang, Belarus akan tersingkir. Belarus bisa lolos dengan hasil imbang jika Selandia Baru kalah, imbang, atau menang dengan selisih gol kurang dari dua.
Tim sepak bola putri Amerika Serikat lolos ke perempat final setelah menekuk Kolombia, 3-0. Langkah peraih emas Olimpiade 1996, 2004, dan 2008 ini diikuti oleh tuan rumah Inggris Raya setelah menundukkan Kamerun, 3-0, dan Brasil yang menang tipis 1-0 atas Selandia Baru.
Tim putri AS harus berjuang melawan permainan fisik tim Kolombia sebelum mencetak gol pembuka melalui Megan Rapinoe pada menit ke-33. Kolombia yang bertahan ketat kembali kebobolan pada menit ke-74 melalui manuver Abby Wambach di antara dua pemain Kolombia. Gol ini menempatkan Wambach sebagai pencetak gol terbanyak dengan enam gol. Carli Lloyd mengunci kemenangan AS, 3-0, melalui gol pada menit ke-77.
Inggris Raya lolos ke perempat final berkat tiga gol Casey Stoney, Jill Scott, dan Stephanie Houghton ke gawang Kamerun.