Kesehatan

Terlalu Banyak Nonton TV Naikkan Risiko Terkena Diabetes

Kompas.com - 07/08/2012, 17:26 WIB

ADELAIDE, KOMPAS.com — Terlalu banyak duduk di depan televisi membuat warga lanjut usia (lansia) Australia menghadapi risiko terkena diabetes tipe 2. Risiko ini naik dalam setiap jam menonton.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Queensland, rata-rata warga Australia yang berusia di atas 60 tahun menonton televisi selama empat jam setiap hari. Hal ini satu jam lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa lain yang lebih muda.

Dan, para peneliti itu mengatakan, risiko para lansia ini terkena diabetes meningkat seiring dengan semakin lamanya mereka menonton televisi.

Peneliti utama Dr Paul Gardiner mengatakan, penelitian mengenai risiko diabetes terhadap para lansia jarang dilakukan sebelumnya, dan berbagai penelitian sebelumnya banyak memfokuskan pada jumlah waktu anak-anak menonton televisi.

Dr Gardiner mengatakan, untuk mengatasi hal ini, para lansia bisa mengombinasikan kegiatan lain sambil menonton televisi, misalnya dengan melipat baju.

"Melakukan kegiatan ringan mungkin bisa dilakukan para lansia guna meningkatkan kesehatan mereka, dan ini bagus terutama bagi mereka yang tidak bisa lagi melakukan kegiatan fisik yang lebih berat," kata Dr Gardiner, seperti dilaporkan oleh situs news.com.au.

Penelitian yang dilakukan Universitas Queensland ini melibatkan sekitar 2.000 lansia Australia. Dr Gardiner masih melanjutkan penelitian dengan membuat program pelatihan fisik bagi para lansia guna mengurangi lamanya mereka duduk setiap hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau